Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Ingin Premium Sesuai HET, Tuange : Solusinya Harus Ada Sub Penyalur

Plt. Bupati Talaud, Petrus Simon Tuange, Msi.

Talaud, detiKawanua.com - Menanggapi keluhan masyarakat  terkait tidak menentunya harga bahan  bakar minyak ( BBM) jenis premium yang tak sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Plt Bupati Kepulauan Talaud, Petrus Simon Tuange, M.Si  mengatakan, berbeda dengan minyak tanah yang mekanismenya dari agen dan titik serahnya ke pangkalan. Dengan kondisi SPBU yang hanya satu di Talaud. HET hanya bisa diberlakukan di SPBU, sementara untuk penjual eceran sulit.

"Solusinya harus ada sub penyalur. Tetapi ketika mendengarkan syarat  pembangunan atau pembentukan  untuk menjadi sub penyalur ternyata berat. Diantaranya harus memiliki lokasi, tangki penampungan yang aman dan  memiliki alat transportasi untuk mengambil bbm ke agen. Jadi tak ada satupun di Talaud yang memenuhi syarat," ujar Plt Bupati.

Hal ini tentunya harus  dibicarakan dengan BPH Migas sebagai balai yang mengeluarkan ketentuan.

Pantauan RRI di lapangan. Selain di SPBU, harga BBM jenis premium di Talaud memang bervariasi di setiap pengecer. Ada yang menjualnya preimum seharga Rp.10.000 - Rp.12.000 perbotol. Harga ini juga sering naik ketika terjadi kelangkaan BBM. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 19 April 2018 , ,

0 komentar for "Ingin Premium Sesuai HET, Tuange : Solusinya Harus Ada Sub Penyalur"

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional