Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau
Pratinjau

3 Kali Berturut-Turut Kantongi WTP, Bolsel Jadi Daerah 'Spesial' Dimata BPK RI dan KAP

Manado, detiKawanua.com - Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) merupakan salah satu daerah yang nampaknya mendapatkan perlakuan 'khusus' dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulut yang dikarenakan dalam jangka waktu 3 tahun berturut-turut, pemerintah daerah (Pemda) Bolsel meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam memenej sistem pengelolaan keuangannya.

Hal itupun membuat Pemda Bolsel mendapatkan pendampingan langsung dari Kantor Pendampingan Publik (KAP) yang merupakan lembaga audit rinci Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan Tahun 2017 yang ditunjuk/rekomendasi langsung BPK RI.

Adapun pada kegiatan Entry Meeting dengan KAP dilaksanakan usai acara penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di Kantor BPK RI Perwakilan Sulut, Senin (02/04), yang dihadiri langsung Wakil Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, walaupun di hari yang sama dirinya (Wabup) ditengah-tengah kesibukan membuka acara Festifal Paska se Bolaang Mongondow Raya yang digegar Kabupaten Bolsel, namun menyempatkan hadir dalam meetting tersebut.

Melalui tim review LKPD, Suratman mengatakan bahwa kegiatan penyerahan tersebut baru merupakan tahapan 'Semi Final' dan kita memenangkannya, namun pertarungan sesungguhnya saat tim KAP turun ke Bolsel," ungkapnya.

Adapun pada nantinya tim KAP yang berkantor di Jakarta itu menurutnya akan dipimpin Basyiruddin membuat Pemda Bolsel menjadi barometer berbagai daerah dengan terobosan/gebrakan terbaru itu seperti Gerakan Non Tunai (GNT) di Bumi Nyiur Melambai.

"Untuk tata kelola keuangan di tingkat desa, Bolsel juga menjadi pioneer dalam penggunaan sistem komputerisasi. Dimana sejak tahun 2015 lalu telah akrab dengan aplikasi Siskeudes, bahkan belakangan pada tahun 2018 ini, Bolsel juga jadi daerah pertama yang menggunakan aplikasi sistem informasi profil desa hingga sistem pengelolaan aset desa," tandas Suratman.

Adapun diketahui pemeriksaan/audit tim KAP dimulai hari Rabu (04/04) besok, yang artinya, Pemda Bolsel merupakan daerah pertama dari 15 Pemda Kabupaten Kota dan Pemprov Sulut yang sebagaimana akan dimulai audit pada tanggal 9 April pekan depan.

Turut hadir mendampingi Wabup diantaranya, Panglima ASN Bolsel Sekda Marzanzius Arv Hy Arvan Ohy, Asisten III Sekda Ridel Paputungan, Inspektur Peky Bangki, Kaban Keuangan Lasya Mamonto, Kabag Umum Hi Sumitro Paidiko, serta para Sekretaris dan Kabid Badan Keuangan, serta tim Auditor Inspektorat Daerah Bolsel.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 03 April 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional