Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Wapres Kalla Kagum Terobosan Gerai Donor Darah Milik PMI Sulut

Manado, detiKawanua.com - Dalam kujungan sekaligus meresmikan Gerai Unit Donor Darah Milik Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut di Kompleks Mantos Manado, Senin (19/03) siang tadi. Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla (JK) bersama Ibu Mufida Jusuf Kalla didampingi Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Wakil Gubernur, Steven Kandouw, Ketua TP PKK Sulut, Rita Dondokambey-Tamuntuan beserta Wakil Ketua Ketua, Kartika Devi Kandouw Tanos, usai prosesi pengguntingan pita langsung melihat keadaan serta menyapa 6 orang pendonor darah yang terbaring dibangsal Gerai PMI Sulut tersebut.

"Saya mengapresiasikan upaya dari PMI Sulut dalam memenuhi kebutuhan/stok darah di Provinsi Sulawesi Utara ini. Tentunya ini merupakan tugas mulia dan upaya ini sudah semestinya didukung oleh pemerintah dan semua elemen masyarakat," terang Wapres.

Dirinya juga yang merupakan Ketua Umum PMI mengungkapkan bahwa apa yang menjadi usaha upaya dari PMI Sulut ini merupakan suatu terobosan yang baik.

"Dengan adanya Gerai ini, masyarakat dipermudah untuk mendonorkan darahnya. Yaa sambil jalan-jalan ke Mall juga bisa donor darah. Dan ini sangat bagus jika dilakukan secara rutin," pungkas Wapres.

Sementara itu Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengungkapkan bahwa pihak Pemprov Sulut sangat mendukung gerakan dari PMI Sulut dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan darah di Sulawesi Utara melalui dukungan dana APBD dan dukungan lainnya.

"Gerai ini juga tak lepas dari dukungan kami yang meminta owner mantos untuk menyediakan lokasi gerai untuk PMI Sulut. Kegiatan donor darah sangat baik untuk kesehatan. Selain bisa membantu sesama manusia yang lagi sakit, donor darah juga menyehatkan," ungkap Gubernur.

Adapun Ketua PMI Sulut, Steven Kandouw (Wakil Gubernur) yang juga didampibgi Sekretaris PMI, Mercy MF Rampengan mengatakan program pembangunan gerai merupakan upaya PMI Sulut untuk memenuhi target 2500 kantong darah per bulan.

"Perhitungan total kebutuhan darah di Sulut, 2 persen dari jumlah penduduk, jadi dengan penduduk sekitar 2,4 juta jiwa maka kebutuhan total pertahun 48.000 kantong, per bulan kita butuh sekitar 4000 kantong. Dari data yang ada, Sulawesi Utara memiliki 8 UTD, yang terdiri dari 6 UTD PMI dan 2 UTD rumah sakit, maka untuk UTD PMI Sulut Saya tetapkan target separoh lebih kontribusinya yaitu sekitar 2500 kantong per bulan, dan 1500 sisanya dipenuhi oleh 7 UTD lainnya," terang Kandouw.

"Kita upayakan tidak perlu ada lagi yang memberatkan keluarga pasien untuk mencari pendonor pengganti  untuk memenuhi kebutuhan darah, itu sangat menyusahkan rakyat. Upaya pembangunan gerai ini dimaksudkan untuk memenuhi target-target tersebut,” tandas Wagub.

Ketua Tim Giat Donor Darah PMI Sulut Annie Dondokambey, menyampaikan terima kasih kepada pihak Mantos yang telah menyediakan lokasi gerai.

"Sebelumnya kami mengamati keluhan masyarakat di koran-koran dan media sosial banyak sekali yang mengeluh tentang kebutuhan darah. Saya dan tim turun langsung ke beberapa rumah sakit untuk mengecek hal tersebut, dan ternyata memang benar banyak sekali orang yang butuh sementara darah tidak tersedia. Saya dan teman-teman bekerja keras bikin kegiatan donor di mana-mana, di kampus, gereja, mesjid dan di sekolah-sekolah serta di instansi-instansi pemerintah dan TNI Polri. Sudah banyak yang sangat membantu kami, tetapi tetap masih kurang juga. Maka saya dan teman-teman menghubungi owner Mantos Bapak Hengky Wijaya untuk meminta lokasi gerai, dan puji Tuhan di respon dengan baik, beberapa bulan kami bangun dan hari ini diresmikan oleh Pak Wapres. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," terang Annie.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Donor Darah dan Pelayanan Kesehatan  PMI Sulut, Enriko H. Rawung menjelaskan bahwa masih ada kesenjangan atau gap  antara kebutuhan dan produksi darah UTD PMI Sulut.

"Pak Ketua Steven Kandouw telah memasang target 2500 perbulan, selama ini produksi kita baru bisa sampai 1800, jadi masih ada selisih sekitar 700 kantong per bulan. Maka gerai ini harus kita optimalkan fungsinya sehingga setiap hari bisa mendapatkan 20-25 kantong per hari" kata Rawung (Direktur RSUD Noongan) sembari mengatakan jika target belum tercapai dan masih ada selisih maka PMI Sulut akan  memenuhinya dengan giat-giat donor darah lainnya seperti donor darah berbasis gereja,mesjid, kampus dan donor darah berbasis K2LM (Kecamatan, Kelurahan dan Lingkungan Masyarakat) yang sudah sering dilaksanakan di lapangan.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 19 Maret 2018

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional