Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pemecah Ombak Likupang, Bertambah

Yoni E. Mallaka, SH, Kasi Penerangan Hukum, Kejati Sulut.

Manado, detiKawanua.com - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara yang kini sementara menseriusi Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pemecah Ombak di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, kembali menetapkan satu tersangka.

Tersangka tersebut berinisial JT selaku Direktur Tanggap Darurat BNPB Pusat. 

"Berdasarkan hasil penyidikan tersangka diduga berperan aktif dalam rangka menyetujui permintaan dana siap pakai dari BPBD Minahasa Utara yang mana dalam pelaksanaannya dilakukan di daerah yang sama sekali tidak terjadi bencana", Kata Yoni E. Mallaka, SH. Sebagai Kasi Penerangan Hukum (Penkum), Senin (12/03).

"Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 8,8 Milyar tersebut, para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di Desa Likupang Kabupaten Minahasa Utara", lanjut Mallaka.

"Pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka akan dilakukan pada besok Selasa 13 maret 2018", Tandas Mallaka.

Terhadap tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. 

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 12 Maret 2018 , , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional