Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Talaud Bakal Terima Excavator Dari Kemen PUPR

Kepala DLH, Dra Jetty Megansa.

Talaud, detiKawanua.com - Pemerintah Daerah Kabupaten kepulauan Talaud, Sulut bakal menerima bantuan satu unit alat berat( alber)  jenis Excavator dari Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) RI melalui Dirjen Cipta Karya untuk mengeruk dan memadatkan timbunan atau tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) apabila telah mencapai ambang batas ketinggian.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dra Jetty Megansa di kantornya, Senin (12/03).

"Kita mengusukan 2 alber. Yakni Bulldozer dan Excavator. Tapi yang direlalisasikan Excavator. Alat tersbut akan datang bulan maret ini. Excavator ini akan digunakan untuk memadatkan sampah bila tumpukannya telah setinggi 15 sampai 20 cm. Setelah dipadatkan, sampah akan ditutup dengan tanah agar tidak menimbulkan bau busuk atau polusi udara dan supaya sampah tidak penuh," jelas Kadis DLH.

Sebelum sampah masuk ke TPA, pihaknya akan melakukan pemisahan antara sampah organik  dan non organik.

"Sampah plastik, botol, logam, ranting kayu dan lain sebagainya akan kita pisahkan. Sampah daur ulang seperti plastik nantinya akan ada yang membeli, begitupun kayu yang dapa dijadikan kayu bakar," ujar Megansa.

Ketika ditanyakan kapan TPA di Melonguana barat akan difungsikan atau beroperasi, Kadis DLH menerangkan hingga saat ini masih  menunggu  petunjuk Plt Bupati Kepulauan Talaud dan informasi pengaspalan dari Satker Pengembangan Sistem Kesehatan Lingkungan Permukiman Sulut.

"Kendala yang dihadapi saat ini adalah akses jalan  tanah dan berlubang. Dengan kondisi saat ini takutnya Mobil pengangkut sampah akan terbalik  ketika melewati jalan tersebut.Hal ini juga sudah disampaikan kepada pak bupati. Kami juga sudah mengusulkan ke Satker Penyehatan Lingkungan Permukinan agar anggaran pengaspalan jalan ini dapat dimasukkan dalam Dana Alokasi Khusus," terangnya.

Namun disisi lain, jika Plt Bupati, Petrus Simon Tuange, S.Sos, M.Si menyetujui TPA tersebut bisa digunakan dengan  kondisi jalan saat ini. Maka ketika Excavator telah datang.Pada bulan april mendatang TPA akan dioperasikan.

Sekedar diketahui, Proyek Pembangunan TPA dibiayai dengan anggaran yang bersumber dari APBN Murni  TA 2016 dengan nominal sebesar Rp. 14.543.139.000 melalui Kementerian PU-PERA (Direktorat Jenderal Cipta Karya - Satuan Kerja Pengembangan Sistem Kesehatan Lingkungan Permukiman Provinsi Sulut), dengan Pelaksana PT. Tangga Batu Jaya Abadi dengan No. Kontrak : 05/SP-PU/PPK-PSPLPII/2016, Tanggal 23 Maret 2016. (RhojakFM).

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 12 Maret 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional