Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

SPBU Kombos Tidak Terima Uang Recehan, DPRD Manado Geram

Oknum karyawan SPBU Kombos yang menolak pembayaran memakai uang recehan dan 'melecehkan' pelanggan. /ist

Manado, detiKawanua.com - Tidak terima perlakuan kurang menyenangkan terhadap pelayanan yang dialaminya, seorang Ibu melaporkan SPBU Kombos ke DPRD Kota Manado, Senin (12/03).

Pasalnya, pihak SPBU Kombos tidak mau menerima pembayaran menggunakan uang recehan pecahan Rp. 200.

Selain tidak mau menerima uang yang dibayarkan Ibu tersebut, salah satu karyawan SPBU Kombos merampas HP yang dipakai merekam kejadian, dan mendorong Ibu tersebut. 

Anggota DPRD Kota Manado Syarifudin Taha membenarkan laporan tersebut. "Kami mendapat laporan warga soal kejadian itu.  Ini tidak boleh," kata Taha, Selasa (13/03).

Menurutnya, sikap dari karyawan SPBU Kombos itu terlalu arogan. "Harusnya jangan bertingkah kasar terhadap pelanggan. Kan tidak ada yang salah kalau pelanggan membayar pakai uang recehan," jelasnya. 

"Berdasarkan laporan Ibu tersebut, karyawan itu mengaku tidak mau menerima pembayaran menggunakan uang recehan karena disuruh pimpinan SPBU," tambah Taha. 

Sementara personel Komisi B Nurasyid Abdurrahman menambahkan, DPRD Manado akan panggil pihak SPBU Kombos untuk klarifikasi. 

"Bagaimana pun, namanya uang yang masih dipakai dan berlaku di Indonesia, dalam bentuk apapun, itu masih sah sebagai alat pembayaran. Entah itu recehan atau apapun, harus diterima," jelasnya. 

"Tidak bisa pihak SPBU Kombos bertindak seperti itu," pungkasnya. 

Informasi yang diterima media ini, sikap kurang terpuji ditunjukkan pihak SPBU Kombos pada Minggu (11/03) sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu Ia bersama suaminya hendak mengisi bahan bakar di SPBU Kombos. Ketika hendak membayar, Ia bertanya bisakah membayar pakai uang recehan pecahan 200 rupiah? Karyawan laki-laki yang melayaninya mengatakan tidak bisa. Ketika saya katakan akan potret dirinya yang tidak mau menerima uang receh, sembari bercanda karyawan tersebut mengatakan, potret ia sambil selfie.

Saat ingin meminta penjelasan lebih lanjut, tiba-tiba datang karyawan wanita sembari teriak 'permen spit.. permen spit..', dan saya diam saja.

Karyawan perempuan itu melanjutkan kalimatnya, "uang receh ini hanya dipakai kalau belanja di pasar-pasar tradisional, serta alfamart dan indomaret. Tidak bisa di sini," jelas Ibu mengutip kalimat karyawan perempuan SPBU Kombos.

Ibu tersebut kemudian bertanya ke karyawan perempuan, "apa uang saya ini diterima atau tidak?" Karyawan wanita tersebut bilang, "kami menerima, tapi atasan kami tidak."

Bahkan, karyawan perempuan tersebut marah dan merampas HP saya dengan 'memukul' tangan saya, karena saya hendak mendokumentasikan kejadian itu. Karyawan itu juga mendorong tubuh saya. Untung tidak terjadi kontak fisik lebih, setelah dilerai oleh orang-orang yang ada di sekitaran SPBU tersebut.

Mendapat perlakuan kurang menyenangkan, hari itu juga Ibu tersebut mengajukan permohonan keberatan ke Pertamina Manado. Dan pada Senin (12/03), melaporkan kejadian tersebut ke DPRD Manado.

"Saat diterima, DPRD Manado sangat mengapresiasi laporan kami. Bahkan berjanji akan memanggil pihak terkait untuk hearing," ujarnya.

"Saya mohon dengan sangat, agar kejadian ini ditindaklanjuti. Supaya tidak lagi terjadi kejadian seperti yang saya alami," pungkasnya. 

(*/Indra) 

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 14 Maret 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional