Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Rp 10 Juta Raib, BS Tahuna Diduga Gelapkan Dana Nasabah

Pimcab BS Tahuna, Jeffry Kapal.

Tahuna, detiKawanua.com - Bank Sulutgo (BS) yang merupakan kebanggaan Pemerintah Provinsi Sulut bersama Gorontalo dan seluruh Kabupaten/Kota di dua Provinsi ini mulai dipertanyakan bahkan diragukan masyarakat. Kenapa tidak, salah satu masyarakat yang menjadi nasabah BS di kota Tahuna justru kecewa dengan kehilangan dana sejumlah Rp 10 juta saat menabung di BS.

Informasi yang berhasil dirangkum sejumlah wartawan dari berbagai pihak menyebutkan bahwa Medio Februari  2018 lalu, salah satu nasabah yang memiliki Tabungan senilai Rp 80 juta dengan menggunakan Tabungan Simpeda, ditawari oleh salah satu customer service agar mengganti dengan Tabungan Bunaken dengan diiming - iming bunga lebih tinggi. 

"Tertarik dengan hal tersebut, nasabah yang berdomisili di salah satu Kelurahan Tahuna Timur segera untuk mengganti Tabungan Simpeda dialikan Tabungan Bunaken dengan menarik semua dana sebesar Rp 80 juta dan pinda ke Tabukan Bunaken dan dimana saat yang bersamaan nasabah tersebut juga menambah setoran tabungan senilai Rp 34 juta. Sehingga terbilang saldo yang masuk dalam rekening Tabungan Bunaken totalnya mencapai Rp 114 juta dibuktikan dengan slip penyetoran sekaligus buku tabungan", jelas sumber yang engan namanya dicantum namanya dalam peberitaan kali ini.

Lanjut sumber tersebut menyatakan selang satu bulan berlalu tepatnya awal Maret 2018, nasabah ini kembali ingin menyetorkan sejumlah uang tunai di rekening Tabungan Bunaken. "Namun alangkah terkejutnya nasabah tersebut justru pihak BS melalui kasir menyampaikan bahwa nominal tabungan yang bersangkutan sisa Rp 104 juta dan Rp 10 juta yang hilang dinyatakan akibat kesalahan kasir saat itu ketika menghitungnya", jelasnya kembali.

Bahkan, kata dia, penjelasan pihak BS kesalahan ini nanti diketahui saat rekap tutup kas aliran dana BS saat hari penyetoran nasabah tersebut.

"Ini yang menjadi tanda tanya kalau benar kesalahan penghitungan saat tutup kas aliran dana masuk pada hari itu, kenapa justru pilihan BS menyatakan kesalahan tersebut pada nasabah ini, indikasinya dimana bisa menentukan kekurangan Rp 10 juta tersebut adalah kesalahan penghitungan pada nasabah ini. Kedua kenapa keesokan atau sehari sesudah kejadian ini pihak BS tidak pernah menghubungi nasabah yang bersangkutan, justru nanti diketahui nasabah ketiga hampir 1 bulan dan saat ingin menyetor simpanan lagi ke rekeningnya", imbuhnya yang menilai bahwa kinerja BS wajib dipertanyakan sebab ini menyangkut dana nasabah dan butuh keseriusan aparat hukum untuk mengusutnya.

Pimpinan Cabang (Pincab) BS Tahuna Jeffry Kapal ketika ditemui sejumlah media diruang  kerjanya, Selasa (20/3) tidak membantah kejadian tersebut dan menyatakan dengan singkat bahwa ini kesalahan penghitungan saja.

"Kami sudah mendatangi nasabah tersebut dan meminta maaf akibat kesalahan ini. Dan masalahnya sudah dituntas karena kesalahan penulisan", singkat Kapal. (js)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 22 Maret 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional