Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Penagkapan WNP di Rumpon, Ditangapi Serius Oleh Danlanal Tahuna

Tahuna, detiKawanu.com - Penangkapan delapan Warga Negara Philipina (WNP) Ilegal yang dipekerjakan oleh pemilik rumpon asal Sangihe untuk menjaga rumpon tersebut di perairan laut Indonesia khususnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang ditangkap tanpa ada perlawanan oleh Tim EFQR Lanal Tahuna.

8 Orang WNP tidak memiliki dokumen jelas seperti ID Card (kartu tanda pengenal), Dokumen PLB, Pasport maupun Surat ljin Tinggal (SIT) tinggal dan bekerja Di indonesia, hal ini ditanggapi serius oleh  Komandan Lanal (Danlanal) Tahuna Kolonel Laut(P) Setyo Widodo. 

"Inti dari kegiatan ini adalalah mempertajam fungsi dari TNI-AL dalam hal ini Lanal Tahuna, untuk melaksanakan penegakan hukum, jadi orientasi penegakan hukum kali ini kami melaksanakan penertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh WNP di perairan Sangihe. Kebetulan saat ini yang mejadi fokus adalah penertiban rumpon yang dianggap illeggal yang memperkerjakan WNP. Kerawanan yang diakibatkan oleh kegiatan ilegal ini misalnya ada penyalahguanaan penyeludupan narkoba melalui WNP, kemudian ada indikasi dibawah dengan pamboat dan langsung dibawah ke General Santos Philipina, yang tentunya sudah merugiakan ekonomi di tanah air kita sendiri lebih khusus lagi dikepulauan Sangihe yang kita cintai bersama, kemudian bagaimana modus mereka bisa menempati rumpon ini dan bagaimana keterkaitanya dengan para pemilik rumpon yang berada di sangihe dan ini yang semantara kita dalami," jelas Widodo 

Lebih lanjut, Widodo mengungkapkan, kerawanan yang sulit untuk dimonitor tentunya adalah pergerakan manusia, dimana manusia ini sangat dinamis sehingga bisa membawah apapun dan bisa mempengaruhi situasi di tempat tujuan. Ini sangatlah berbahaya apabila tidak terdata dengan baik.

Danlanal ini juga menghimbau kepada Pemerintah Daerah (Pemda), menurut Dia pihak Dinas Kelautan dan Perikanan untuk lebih aktif lagi menegakan peraturan menegakan hukum yang ada, “sehingga seluruh kegiatan aktifitas dilaut itu harus terdata dengan baik itu yang bersifat perikanan tangkap, kapal nelayan maupun kegiatan yang dilaksanakan dirumpon harus tertata dengan baik, kalau memang laranganya tidak menggunakan WNA, ya laksanakan  tetapi kalau memang akan menggunakan WNA tentunya ada prosedur ketentuan hukum yang ketat itu harus diikutijangan main belakang. Jadi kami pihak Lanal akan melakukan kegiatan ini secara terus menerus untuk menjaga perairan ini menjadi steril dari kegiatan yang bersifat illegal tentunya dari nelayan asing," kunci Widodo.

Sementara itu Kepala Imigrasi Kelas II Tahuna James Sembel saat dikonfirmasi media ini mengatakan, setelah menerima dengan adanya penangkapan delapan WNP dari pihak Lanal Tahuna.

"Kami dari pihak imigrasi kelas II tahuna tentunya akan melaksanakan dengan ketentuan, artinya saat ini kami akan melasanakan penyelidikan terlebih dahulu tentang apa yang mejadi pelanggaran yang dilakukan oleh WNP pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Lananal karena ini merupakan opersi bersama akan dilakukan penyelidikan lanjut dan seperti apa prosesnya akan dilakukan sesuai prosdur yang ada,"ujar Sembel sembari mrnegaskan, penyelidikan ini akan dilakukan selama tiga puluh hari kedepan, dan jika terbukti ada pelanggaran tentang keimigrasiaan tentunya mereka akan ditahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (js)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 03 Maret 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional