Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Olly Tunda Agenda Nasional di Jakarta, Didampingi Kandouw Demi Melayani 1.774 Peserta Sidang SMS

Manado, detiKawanua.com - Pelaksanaan pemilihan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Periode 2018 - 2022, yang digelar di Grand Kawanua Internasional Convention Center (GKIC) Manado, Rabu (21/03), berjalan dengan baik yang 'dikawal' langsung Ketua Panitia Sidang Majelis Sinode, Olly Dondokambey yang juga sebagai Gubernur Sulut itu mampu menuntun proses pemilihan secara efektif menggunakan sistem digital E-Voting namun tetap aspiratif.

Olly yang diketahui sebelumnya pada Rabu pagi tiba dari Jakarta dan langsung menuju kelokasi pemilihan (GKIC) itu, terinformasi telah menunda salah satu agenda rapat nasional di Jakarta dan langsung terbang kembali ke Manado demi tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin 'melayani' dalam kegiatan sidang tersebut hingga Kamis (22/03) dini hari tadi.

Adapun dalam memimpin sidang itu membuat suasana pemilihan yang serius santai dan penuh kekeluargaan yang semua tahapan pemilihan BPMS yang menggunakan sistem E-Voting dengan gamblang dipimpinnya secara kebersamaan dan demokratis. Selain itu, pemilihan BPMS GMIM kali ini juga menoreh sejarah karena pertama kalinya menggunakan sistem E- Voting, yang terjamin kerahasiaannya dan mencegah kesalahan pada proses pemilihan.

"Terimakasih karena telah mempercayakan saya jadi ketua panitia pemilihan. Pemilihan dengan e voting ini sangat terjamin kerahasiaannya. Semua database tersimpan di server. Tidak ada yang tahu siapa yang dipilih peserta kecuali peserta itu sendiri," kata Olly, sembari sesekali beranjak dari tempat duduknya untuk melakukan pengecekan perangkat guna memastikan kelancaran sistem proses pemilihan hingga kesiapan pembatas jalur yang akan dilalui pemilih.

Diketahui, sebanyak 1.744 peserta pemilihan yang berasal dari 937 jemaat dan 126 wilayah pelayanan GMIM berhak menggunakan hak suaranya. Mereka terdiri dari Utusan Jemaat, Utusan Wilayah dan BPMS GMIM. Usai mendengar arahan Olly, seluruh peserta secara tertib berjalan ke bilik di mana terdapat tablet dan printer. Kemudian, peserta menekan tombol 'Mulai' yang ada di halaman awal aplikasi E-voting yang tersedia di tablet. Setelah itu, peserta memindai QR code yang terdapat di kartu pemilihnya untuk masuk ke halaman berikutnya yang memuat daftar kandidat. Didalam bilik suara tersebutlah, peserta menekan nama kandidat yang dipilih. Adapun berdasarkan tata tertib pemilihan E-Voting, setelah peserta menekan tombol 'Ya' atas pilihannya maka secara otomatis peserta akan keluar dari aplikasi dan printer akan mencetak kertas suara yang berisi nama kandidat yang dipilihnya. Peserta mengambil kertas suara dan memasukkannya ke dalam kotak suara. Pemilihan diawali dengan memilih Ketua BPMS GMIM.

Menariknya, para peserta baik yang sedang menunggu giliran menggunakan hak suara ataupun yang telah melaksanakan hak pilih mendapatkan coklat dari Gubernur Olly. Seluruh peserta pemilihan pun antusias menerima coklat dari Orang Nomor Satu di Bumi Nyiur Melambai itu. Dimana Gubernur Olly menggunakan kode akses yang dimilikinya untuk membuka database hasil pemilihan yang menghasilkan Pdt. Hein Arina meraih 110 suara dan sah terpilih menjadi Ketua Sinode GMIM Periode 2018-2022. Perolehan suara Pdt. Hein Arina telah memenuhi syarat 50 persen tambah satu. Karena dari 1.744 peserta yang menggunakan hak suara tercatat 1702 suara. Sehingga pemenangnya harus meraih minimal 852 suara. Adapun Pdt. Hendry Runtuwene berada di urutan kedua dengan meraih 466 suara, sedangkan posisi ketiga diraih Pdt. Petra Rembang dengan pencapaian 96 suara.

Adapun agenda itupun dihadiri Wakil Gubernur Sulut, Steven O.E. Kandouw, Ketua BPMS GMIM yang lama Pdt. HWB Sumakul, Bupati Walikota serta para pejabat Pemprov Sulut yang terdaftar sebagai pemilih.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 22 Maret 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional