Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Nathaniel Shawn Edgar Sondakh, Drummer Cilik Sangihe Penuh Talenta

Nathaniel Shawn Edgar Sondakh, Drummer Cilik Sangihe.

Tahuna, detiKawanua.com - Konser suara perbatasan untuk NKRI yang baru saja di gelar di kawasan Pelabuhan Tua (Peltu) Tahuna 21/3/18 masih menjadi trening topik  ditengah kalangan masyarakat Sangihe. Ditengah komitmen bersama Sangihe adalah NKRI,  dikemasan dalam konser musik suara perbatasan ada penampilan drummer cilik Nathaniel Shawn Edgar Sondak yang mampu memukau ratusan pasang mata ketika membanjiri perhelatan konser tersebut.

Pelajar kelas V Sekolah Dasar Lentera Harapan Tahuna ini tampil begitu apik kurang lebih 20 menit secara medley menabuh drummer ketika salah satu artis lokal Ronald Sashara Parera membawahkan tiga buah lagu. Spontan drummer cilik mendapatkan tepuk tangan yang meriah apalagi Bupati Sangihe Jabes E Gaghana SE bersama Kapolres Sangihe AKBP I Dewa Made Andyana SIK serta Dandim/1301 Sangihe Letkol Inf Saiful Parenrengi Mpsi berdecak kagum akan kepiawaian Edgar sapaan akrab sang drummer cilik.

Ayah tercinta Edgar yang turut hadir dalam penampilan perdana sang drummer cilik di konser tersebut, Ferdy Sondakh menyatakan bahwa bakat yang ada pada anaknya tersebut merupakan talenta yang diberikan Tuhan.

"Umur sekitar 2 tahun sudah mulai nampak. Dimana Edgar ketika mendegarkan musik tangannya tidak berhenti mengetuk apapun yang dipegangnya. Dan hal yang sama terus dilakukannya saat ada suara musik", ungkap Sondakh.

Sondak yang notabene adalah anggota DPRD Sangihe ini melanjutkan pada umur 2 tahun 6 buah dirinya akhirnya membelikan Edgar sebuah drum elektronik.

"Saat itu Edgar sangat senang sekali bahkan saat drum sekitar satu minggu di rumah, Edgar tidak mau bermain lagi selain menabuh drum meski tanpa irama namun ia sangat senang sekali", jelasnya kembali.

Tahap demi tahap lanjut personel Komisi C DPRD Sangihe ia mulai menemukan irama ketika memaikan drum sambil mendengarkan lagu.

"Pada akhirnya saya mencarikan guru privat untuk mengasah talentanya tanpa menganggu jam sekolah. Edgar mengikuti kursus drum kurang lebih 12 jam dalam seminggu, Sehingga bakatnya trus diasah hingga memiliki kemampuan seperti ini", imbuh Sondakh yang bakal menyiapkan fasilitas lebih baik lagi untuk penyaluran bakat sang putra yang kian mencintai drum tersebut. (js)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 13 Maret 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional