Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

JPU Hadirkan Saksi Dari BNPB Pusat Dalam Sidang Kasus Pemecah Ombak Likupang

Kepala Biro Keuangan BNPB Pusat, Ir. Rifai MBA saat bersaksi di sidang kasus Proyek Pemecah Ombak Likupang, Minut.

Manado, detiKawanua.com - Sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi Pemecah Ombak di Desa Likupang Kab. Minahasa Utara. JPU hadirkan saksi dari BNPB Pusat di Pengadilan Negeri Manado pada, Kamis (8/3/2018).

Yang bersaksi kali ini dalam persidangan tersebut yakni, Kepala Biro Keuangan BNPB Pusat Ir. Rifai MBA.

Saat memberikan keterangan, saksi mengatakan hanya sebagai pemberi vasilitasi pencairan anggaran.

Rifai juga mengatakan, jumlah anggaran yang dicairkan sistem LS (langsung) atau di transfer melalui rekening bank BRI yaitu 20 miliar dari yang diusulkan sekitar 43 miliar, dan itu bersifat Dana Siap Pakai (DSP).

Dalam pertanyaan JPU, saksi mengatakan tidak melihat surat dari BMKG terlampir di MoU yang di maksud.

“Saya tidak melihatnya. Dalam pencairan diperlukan dokumen-dokumen pendukung yang dilampirkan bersama MoU,” kata Rifai dihadapan Majelis Hakim.

Ketika JPU menanyakan apakah di MoU tersebut dilampirkan surat dari Bupati Minut, saksi pun menjawab, “Ada”.

Jaksa mempertanyakan terkait adakah dilakukan audit dan temuan BPK pada BPBD Minut.
“Ada audit BPK. Hasil audit adalah permulaan, dari informasi yang diterima saksi, bahwa ada kekurangan volume pekerjaan,” ungkapnya.

Apakah diperbolehkan anggaran di tarik tunai dari rekening dan langsung dibayarkan ke pihak ketiga.  “Dibenarkan bila di bawah 50 juta,” jawab saksi. 

Di tanyakan juga apakah BPBD Minut pernah memberikan laporan pasca dicairkannya anggaran.
“Tidak ada laporan perkembangan dana tersebut,” pungkas saksi. (Put)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 10 Maret 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional