Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Asal Jadi, Dana Aspirasi Oknum DPRD Dapil 5 MUBASIR


MINSEL, detikawanua.com - Bersumber dari Dana Aspirasi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) MINSEL kembali di sorot masyarakat Desa Matani dan Desa Tumpaan Baru soal pengerjaan Proyek Air bersih. dari informasi yang di trima media ini Proyek Sumur Bor yang berdiri di pemukiman dekat pesisir pantai Desa Matani Lingkungan 1 dan 2 mubasir alias tidak berguna karena hanya menghabiskan anggaran saja.

Beberapa masyarakat yang ditemui wartawan detikawanua.com di desa Matani mengeluhkan sarana air bersih yang di peruntuhkan bagi masyarakat Desa Matani akhirnya tidak terpakai mulai rusak dan di alih fungsikan dari pantauan media ini bangunan fisik dari sumur bor yang di atasnya tempat penampung air bersih telah di jadikan Sangkar burung  

" ia memang sudah lama tidak terpakai karena biaya pemeliharaan yang harus di tanggung pemakai air bersih sebesar 5 ribu rupiah terhenti maka fasilitas ini terbengkalai. Ucap beberapa masyarakat desa Matani sembari mengakui penggung jawab kegiatan pengerjaan bapak Anggota Dewan Harianto Suratinoyo.

Dari informasi warga pengerjaan kegiatan tahun 2016 ini sebenarnya 3 titik di desa matani tapi akhirnya hanya 1 titik yang dilaksanakan dan yang 2 titik dialihkan ke desa lain yang di duga biaya pemeliharaan perbulan entah kemana dan tidak jelas seperti di Desa Tumpaan Baru tidak ada pertanggung jawaban menurut masyarakat sekitar.

Anggota DPRD Minsel Harianto Suratinoyo saat di konfirmasi media ini mengaku kegiatan tersebut merupakan Dana Aspirasi dan untuk masalah pengerjaan dimana dan seperti apa menurut Suratinoyo tergantung dirinya mau di tempatkan dimana.

" itukan tergantung saya mau taruh dimana karena desa lain juga butuh. Kalau ada yang tidak jalan atau tidak beroprasi lagi itu tergantung mereka karena pemeliharaan bukan saya yang harus tanggulangi itukan pengaturan atas kewajiban bayar perbulan apalagi biaya Listrik, masa saya yang harus bayar. Ujar Harianto.

Dari informasi tokoh masyarakat Dana aspirasi Anggota DPRD Harianto Suratinoyo dikerjakan tanpa kajian matang bahkan terjadi riak-riak dengan sebagian masyarakat Jaga 1 sampai 4 terkait penempatan Sumur Bor untuk air Bersih warga. Sehingga di alihkan ke desa Tumpaan dan 1 titik ke kecamatan Tatapaan.
( Vandytriano )

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 19 Maret 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional