Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Tim EFQR Ciduk WNP Ilegal

Operasi yang tengah dilakukan lanal tahuna.

Tahuna, detiKawanua.com - Tim EFQR Lanal Tahuna menangkap Warga Negara Philipina (WNP) Illegal yang menjaga Rumpon milik warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe, Operasi Gabungan antara TNI AL Tahuna dengan Tim Pora di wilayah perairan Sangihe dengan menggunakan 2 unsur Alpung Lanal Tahuna Kapal Angkatan Laut (KAL) PSH 1-8-31 sebagai Pusat Kendali Utama dan Sea Rider Lanal Tahuna sebagai Tim Penindak di Laut. 

Kegiatan operasi gabungan ini digelar karena adanya pengembangan Informasi dilapangan tentang banyaknya WNP Illegal yang masih berada di sekitar Tahuna khususnya dipekerjakan sebagai penjaga Bagan / Rumpon. berdasarkan informasi awal  komandan Lanal Tahuna Kolonel laut (P) Setiyo Widodo, memerintahkan Pasintel Lanal Tahuna mayor laut (P) Agung Dwi Handoko untuk melaksanakan penyelidikan maritim (Lidmar).

Dengan berbekal informasi dan data yang akurat dari tim lidmar Lanal Tahuna yang telah melaksanakan Matbar, satu hari sebelumnya mengenai titik posisi koordinat Rumpon dan informasi adanya penjaga rumpon yang merupakan WNP Illegal, selanjutnya Danlanal memerintahkan Tim EFQR dan Tim Pora Tahuna di bawah pimpinan Mayor Laut (P) Agung Dwi Handoko untuk melaksanakan Penindakan dengan menggunakan 2 Unsur Alpung Milik Lanal Tahuna. 

Selanjutnya Tim EFQR melaksanakan manuver menuju titik koordinat rumpon yang terdapat WNP Illegal serta menemukan adanya Bagan. Bagan yang pertama milik Ibu Alfia asal Tidore didalamya terdapat nelayan WNP Pranee  asal Saranggani Prabin Philipina dan Marcelino asal Saranggani Prabin Philipina. Bagan milik bapak Kadir terdapat Nelayan WNP  Leonard Banaba asal Saranggani Philipina. Berikutnya, Bagan milik Bapak Ikhsan asal Manado terdapat Nelayan WNP Almario asal Yorpo Saranggani Philipina, Buni Pasio asal Amasan Saranggani Philipina, Bonjeng asal Kawas Saranggani Philipina. Srlain itu, Bagan milik Bapak Kamal juga terdapat Nelayan WNP  Elisar Belo asal Kawas Saranggani Philipina, Mario Masamluk asal Kawas Saranggani Philipina.

Saat ditemukan WNP Illegal yang berada di bagan maka secara bertahap WNP di bawa menuju ke KAL PSH untuk dilaksanakan pendataan  , Selanjutnya tim penindak Sea Rider melanjutkan pemeriksaan ke bagan yg lainnya 

Total keseluruhan WNP Illegal yg terjaring operasi gabungan berjumlah 8 orang yang tidak mempunyai dokumen pribadi berupa ID Card, Dok PLB , Pasport maupun surat ijin tinggal dan bekerja di Indonesia.

Dari hasil pemeriksaan sementara kedelapan WNP Illegal tinggal di Tahuna bervariasi dari minimal 2 tahun hingga 15 tahun. Kebanyakan WNP tersebut tidak berani berdiam didaratan / Tahuna untuk menghindari petugas Tim Pora, Selanjutnya kedelapan WNP Illegal di serahkan ke pihak imigrasi Tahuna untuk dilaksanakan proses lebih lanjut. (js)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 28 Februari 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional