Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Tahun Ini, Dinsos Boltim Lakukan Pembangunan 350 Unit RTLH

Kepala Dinsos Boltim, Rudy Suardi Malah.


Boltim, detiKawanua.com - Pemerintah kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), melalui Dinas Sosial (Dinsos) Boltim tahun ini akan melakukan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 350 unit untuk para peneriman bantuan dimaksud.

Ratusan bantuan RTLH tersebut, kata Kepala Dinsos Boltim, Rudy Suardi Malah masuk dalam program kerja kita yang nantinya akan dibangun pada 2018 ini, "dananya sekita Rp 7,8 miliar dari Anggaran Pendapatam Belanja Daerah (APBD) guna pembangunan 350 unit RTLH bagi penerima bantuan. per unitnya penerima mendapat bantuan Rp 22,5 juta," paparnya.

Adapun 350 unit RTLH tersebut, lanjut dikatakannya, bakal ditambah 150 hingga 250 unit sebab, memang anggrannya juga sudah disiapkan.



"Dana yang disiapkan untuk sekitar 150 unit hingga 250 itu sudah siap dari APBD. nah, itu kita lihat dana per unitnya tergantung anggaran. ada kemungkinan kita kalkulasikan per penerima itu sekitar Rp 17,450 juta seperti tahun kemarin. tahun lalu kita realisasikan RTLH 158 unit dari target 180. sisanya masuk dalam 350 unit tahun ini," terangnya, Senin (12/02).

Lanjut Rudy, saat ini proposal yang masuk di Dinsos terkait dengan RTLH, terdapat 1306 proposal yang butuh RTLH, "1306 proposal yang sudah masuk. target kita sampai tahun 2021 mendatang, yakni 2000 unit. jika tahun ini terealisasi sekitar 600 unit, maka biasa dipastikan kita akan capai targer," jelas Rudy saat disambangi diruang kerjanya.

Dirinya menambahkan, untuk bantuan penyandang cacat yaitu ada sejumlah alat bantu seperti, alat dengar, alat bantu kesehatan. penyalurannya di 7 kecamatan yang ada di Boltim. anggarannya, sekitar Rp 500 juta untuk semua penyandang cacat serta, bantuan usaha ekonomi produktif bagi  penyandang cacat berupa dalam bentuk sembako.



"Namun jika ada penyandang cacat lainnya memerlukan bantuan kursi roda, pasti kita berikan. tahun ini juga, kita sudah persiapkan proposal usulan untuk bantuan penyandang cacat, serta organisasi sosial  ke Kementerian. kita usulkan karang taruna, penyanda cacat, serta organisasi sosial lainnya . juga kita adakan pegelaran Lanjut usia (Lansia), tujuannya untuk pengembangan pelayanan lanjut usia. ada santunan dalam bentuk uang pembianaan bagi para Lansia," katanya, siang tadi.

Guna data para penerima bantuan sosial, Saya berharap kepada Kepala-kepala desa (Sangadi-red)  agar memberikan data warga penerima bantuan di desa masing-masing, tujuannya supaya pihak Dinsos tidak salah peruntukan.


"Diminta untuk seluruh Sangadi di Boltim, dapat memberikan informasi ke Dinsos tentang, data penyandang cacat, penerima RTLH yang memang pantas menerima di desa masing-masing agar, kita tidak salah peruntukan soal bantuan," pinta Rudy.(Fidh)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 12 Februari 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional