Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Sikapi Keras Industri Makanan Bercampur Boraks, Pemprov Sulut Berikan Sanksi Hingga Penutupan Usaha

Manado, detiKawanua.com - Sikap tegas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terhadap temuan makanan mie basah dan bakso mengandung zat berbahaya boraks, selain menindaklanjuti juga memeberikan peringatan keras bagi pelaku usaha ilegal (tidak mengantongi izin,red) hingga sanksi ancaman penutupan usaha akan diberlakukan.

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw kepada wartawan mengungkapkan bahwa dirinya sudah membahas hal tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan Sulut dan Balai Besar Pemeriksaan Obat dan Makanan (BBPOM) Manado, dengan langkah memberikan peringatan keras.

"Karena ini sudah menyangkut masyarakat banyak," tegasnya, Rabu (07/02) di Kantor Gubernur.

Lanjut Kandouw bahwa dirinya sudah menadapatkan laporan data, dari 18 produsen/industri usaha di Kota Manado hanya ada 10 yang mengantongi ijin, sedangkan 8 produse lain tidak berizin (ilegal).

“Kita peringatkan semua (pelaku industri,red) yang punya izin maupun tidak karena (boraks) sangat membahayakan. Mulai pekan depan akan ada pemeriksaan produsen, dan juga bekerjasama dengan Balai POM,” ungkap Wagub seraya menghimbau kedelapan produsen yang tidak mengantongi izin agar segera/secepatnya mengurus izin di Kota Manado, kalau tidak terpaksa ditutup.

Diketahui sebelumnya surat edaran bernomor TU.03.01.1025.01.18.0521 dari BBPOM Manado terkait perigal pemberitahuan kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey bahwa adanya temuan campuran zat boraks kedalam makanan yang hingga saat ini (Rabu) telah beredar luas dimedia bahkan menjadi viral dimedia sosial (Facebook dan WhatsApp).


(IsJo/tim)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 07 Februari 2018 , , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional