Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Menjawab Keresahan Masyarakat, Pemkab Talaud Kunjungi PT. Pertamina Manado

Talaud, detiKawanua.com - Demi kesejateraan masyarakat Talaud terkait permasalahan BBM, Plt. Bupati Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange SSos MSi bersama dengan Ketua DPRD Talaud George Rompah SPd, Asisten II Ekbang Sekdakab Talaud Toni M.T Gagola SPd, Staf Ahli Bupati Lukas Auy, Kadis Perindag Habel Salombe SPd, Kadis Perhubungan Max Patone, Kadis Perikanan Ir. Leida Dachlan, Kabag Perwakilan Amos Sasauw, Kabag Ekonomi Natalianus Essing dan Kabag Humas Setdakab Talaud Fanmy S. Unsong kunjungi PT. Pertamina Manado dlm rangka konsultasi dan langsung diterima oleh Branch Manager Marketing Sulutenggo Bapak. Daniel, Kamis (22/2).

Dalam Rapat Koordinasi tersebut, Plt. Bupati Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange SSos MSi mengatakan audiensi antara Pemkab Talaud dengan PT. Pertamina Manado membahas mengenai BBM di Kabupaten Kepulauan Talaud.
"Dalam perbincanganm Pemkab Talaud menjelaskan seputar permasalahan BBM di tanah Porodisa yang diantaranya adalah kelangkaan/ketersediaan dan harga, belum di berlakukan bbm 1 harga di beberapa kecamatan yang ada di kabupaten Talaud seperti program pak presiden Jokowi, mohon perhatian serius  dari pihak pertamina utk penambahan kuota bbm di Talaud, pengoperasian  SKPT di salibabu, proses distribusi bbm ke nelayan maupun petani yg menggunakan alat tangkap maupun alat pertanian yang membutuhkan bbm", ucapnya.

Sementara itu, Branch Manager Marketing Daniel bahwa sesuai dengan program dari Presiden RI Joko Widodo untuk membangun dari pinggiran.
"Maka pihak pertamina juga telah membuat prioritas untuk pulau- pulau terluar harus mendapat perhatian serius dalam masalah bbm. Bbm 1 harga untuk pulau terdepan dan terluar akan segera di tindak lanjuti dan untuk kabupaten Talaud akan di bangun dan disiapkan fasilitas tangki untuk melengkapi kebutuhan penyaluran bbm 1 harga", kata Daniel.

"Ada 3 kec yg ada di kab talaud yg saat ini tengah di siapkan utk bbm 1 harga yaitu kec khusus miangas, kec nanusa desa marampit dan kec. essang. Sedankan untuk penambahan kuota bbm PT. Pertamina harus berkordinasi lagi dg BPH Migas. Dan dalam rangka mengatasi kelangkaan BBM, maka saat ini pihak pertamina akan menyiapkan bahan bakar alternatif jenis BBK pertalite..di akui bahwa jenis bbm ini harganya ada perbedaan sedikit dg jenis bbm lainnya tetapi ini merupakan langkah yg akan di lakukan oleh pihak. Pertamina dlm rangka mengatasi kelangkaan bbm yg sering terjadi. utk itu pihak pertamina juga dlm waktu dekat ini akan melakukan sosialisasi langsung ke kab talaud mengenai jenis bbm alternatif ini", Jelas Daniel.
Ditempat yang sama, Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Talaud Fanmy S. Unsong SS MM melakukan audiensi guna mencari solusi atas timbulnya permasalahan BBM yang selalu meresahkan masyarakat.

"Untuk masalah pengoperasian SKPT di salibabu, Pak Daniel tlh menyampaikan bhw akan  segra di bangun SPDN di pulau salibabu dan utk mslh pendistribusian bbm ke nelayan ataupun petani akan di atur melalui dinas2 terkait yg ada di kabupaten talaud. Kami berharap, pertemuan ini dapat melahirkan tindak lanjut guna yang terpenting adalah untuk kesejateraan masyarakat Talaud dan paling mendasar dapat menjawab setiap pertanyaan yang muncul di masyarakat mengenai permasalahan BBM ini", ucap Unsong. 
Berikut Hasil Kesepakatan Antara Pemkab Talaud dengan PT. Pertamina Manado.

1. Akan akan penambahan kuota bbm di Kabupaten Kepulauan Talaud yg jumlah nanti akan berkoordinasi dengan BPH Migas.
2. Akan segra di realisasikan SPDN salibabu.
3. Pembangunan lembaga penyalur di miangas.
4. Akan segera di buat MOU antara PT. Pertamina marketing branch  suluttenggo dg Pemda Talaud mengenai penggunaan BBK pertalite, dexlite.
5. Pengaturan kembali pendistribusian minyak tanah. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 22 Februari 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional