Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Kadis P3A Minut: Sentuh 4 Bagian Tubuh Ini Melanggar Hukum

Minut, detiKawanua.com - Perlindungan terhadap anak, khususnya pencegahan kekerasan fisik dan kejahatan seksual pada anak, merupakan kewajiban semua warga negara Republik Indonesia.

"Masalah kekerasan fisik dan kejahatan seksual pada anak bukan hanya masalah lokal Kabupaten Minahasa Utara (Minut), tapi ini juga merupakan isu global. Masalah ini harus menjadi prioritas utama seluruh stakeholder terkait dan masyarakat," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (P3A) Minut Jofieta Supit, Rabu (21/02).

"Kami sangat merindukan di Minahasa Utara ini memiliki perda perlindungan anak, apalagi Minut menuju Kabupaten Layak Anak. Sehingga nantinya upaya perlindungan anak (dan perempuan, red) menjadi lebih efektif, " tambahnya.


Lanjutnya, karena perlindungan anak merupakan amanat Undang-undang dan sesuai arahan Bupati Minut Vonnie Panambunan, instansi yang dipimpinnya terus melakukan sosialisasi ke seluruh wilayah Minut termasuk sekolah-sekolah dan rumah ibadah, tentang cara melindungi anak dari kekerasan fisik dan kejahatan seksual. 

"Sosialisasi terus kami lakukan, terutama tentang ajarkan kepada anak-anak bahwa tidak ada yang boleh menyentuh empat bagian vital tubuh mereka, yaitu: dada, kelamin, paha, dan pantat. Jika ada yang melakukan itu, jelaskan kepada anak bahwa tindakan tersebut salah, melecehkan, dan melanggar hukum," imbau Kadis saat ditemui awak media di ruang kerjanya. 

"Dan yang terpenting harus tetap waspada. Karena banyak kekerasan fisik dan kejahatan seksual yang terjadi, dilakukan oleh orang terdekat dan dikenal sang anak," pungkasnya. 

(Indra) 

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 22 Februari 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional