Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Enam Saksi Hadir Dalam Sidang Pemecah Ombak Likupang


Manado, detiKawanua.com - Sidang kasus dugaan korupsi Talud Pemecah Ombak di Desa Likupang, Kabupaten Minahasa Utara dihadirkan enam saksi di Pengadilan Negeri Manado, pada Selasa (27/02/18).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan enam orang saksi yaitu, Erwin Frangky Peter Salangka selaku mantan Kepala Bagian rekonstruksi BPBD Minut, Sola Gracia Sumaraw selaku mantan ASN di Bagian Perhubungan Umum di BPBD Minut, Leddi Giroth selaku mantan Kabid Bagian Logistik BPBD, Airin Polii ASN di Dinas Pekerjaan Umum (PU), Bonny Kanter selaku Kabid Sumber Daya Air Dinas di Dinas PU, Stenly Polandos mantan ASN Dinas PU.

Saat memulai persidangan di ruang sidang cakra, keenam saksi langsung di sumpah oleh Majelis Hakim.

"Saudara harus ingat ya, ada aturan dalam sumpah palsu dan itu ada pidananya, ceritakan yang sebenarnya," Ucap Hakim Ketua, Vincentius Banar.

Terlebih dahulu Jaksa Penuntut Umum (JPU) memeriksa dan meminta kepada dua saksi untuk memberi keterangan yakni Erwin dan Leddi.

Erwin mengatakan sebelum pihaknya membawa 10 proposal usulan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di jakarta, mereka melakukan pertemuan dirumah salah satu teman Bupati Minut. Pertemuan tersebut membahas mengenai rencana pengajuan proposal ke BNPB pusat. 

“Jadi pertemuan kita di rumah bapak Yus Kaunang, teman partai ibu Bupati Minut. Dalam pertemuan itu dipertanyakan proposal usulan BPBD Minahasa Utara, apa ada proposal yang menjadi usulan di BNPB. Kita langsung serahkan proposal darurat dan rekonstruksi,” kata Erwin.

Saksi juga mengatakan di dalam pertemuan tersebut, turut hadir Rio Permana yang pernah menjabat sebagai Kapolresta Manado. Tapi saat di tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) saksi tidak tahu jelas tentang kehadiran Rio dalam pembahasan usulan pengajuan proposal ke BNPB.

"Yang saya tau dia hanya teman ibu Bupati Vonnie Aneke Panambunan," ujar saksi.

Setelah mendengarkan keterangan dari para saksi, Majelis Hakim menunda jalannya persidangan, dan masih dengan agenda pemeriksaan saksi. (Put)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 28 Februari 2018 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional