Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

ASTAGA... Upah 15 Kariawan Villa Sutan Raja Amurang " Dikebiri "


MINSEL, detikawanua.com - Dengan alasan belum banyak Pendapatan dan profit yang di dapat pihak managemen Villa Sutan Raja Amurang Kabupaten Minahasa Selatan ( MINSEL ) sesuai hasil rapat antara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Disnakertrans ) Minsel dan Managemen Villa Sutan Raja Amurang. akhirnya dengan berbagai cara telah melanggar komitmen dan aturan yang ada terkait pembayaran gaji pegawai

Hal ini di alami 11 kariawan Villa Sutan Raja Amurang, dengan dalih Penundaan atau penangguhan Upah Minimum Provinsi ( UMP ) Managemen tidak mampu membanyar gaji Pegawainya yang harusnya mengikuti UMP dari Rp 2,4 juta Naik menjadi Rp 2,8 juta di tahun 2017 lalu. Ini menjadi hal yang tak wajar bagi 11 kariawan Villa.

Salah satu kariawan yang namanya tak ingin di publis mengaku dirinya dan teman-teman merasa di rugikan atas cara pembayaran upah seperti ini padahal masalah pendapatan pihak Villa SR sudah banyak menerimah pemasukan baik dari Room , fasilias kolam renang dan lainnya

" kan Villa ini sudah banyak pengunjung juga managemennya juga satu dengan Hotel Sutan Raja karena prinsipnya satu Owner , jadi kami tau keuntungannya sudah pasti , kami juga butuh uang hasil kerja kami,nanti juga bisa saling bantu antar managemen Hotel dan Villa, jelas Salah satu kariawan di iakan kariawan yang lain dengan nada takut.

Informasi ini juga terekam saat kunjungan salah satu Tim pengawasan wilayah Minsel- Mitra ke Villa Sutan Raja beberapa waktu lalu berbincang dengan salah satu kariawan Villa SR mengatakan hal yang sama bahwa Upah mereka " DiKebiri ", mereka mempertanyakan apakah hal ini diketahui oleh Bos Besar.

Kepala Disnakertrans Minsel Drs Sonny Maleke membenarkan adalah penerapan UMP yang tidak sesuai dari Villa Sutan Raja, menurut Maleke bukan hanya pada 11 kariawan tapi ada 15 Kariawan di Villa, namun sesuai dengan kesepakatan dalam pertemuan Tahun lalu ada Penangguhan UMP disamping menunggu Profit yang cukup untuk membayar gaji Kariawan.

" ya.. itu memang ada tapi Villa SR sudah sepakat dengan kami yang mengikuti pertemuan rapat agar ada kebijakan Penangguhan atau Penundaan dalam penerapan UMP mengingat pendapatan dan keuntungan tidak cukup bayar gaji UMP. Ketus Sonny di iakan Kabid tenaga kerja Minsel yang berada di samping Kepala Dinas.

Namun Maleke menjamin di saat sudah ada pendapatan dan profit perusahan pasti ke 15 kariawan akan di UMPkan karena Menurut Sonny Penangguhan bisa dimungkinkan bagi perusahaan baru berdiri apalagi pengunjungnya kurang. Ketus Maleke
( Vandytrisno )

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 01 Februari 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional