Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Tahun 2018, Dinas Pariwisata Talaud Akan Gelar 5 Agenda Nasional.

Kabid Pariwisata, Erwin Tamatompo.

Talaud, detiKawanua.com - Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Kepulauan Talaud,  Andris Taarega melalui Kabid Pariwisata, Erwin Tamatompo mengungkapkan, Kementerian Pariwisata RI pada tanggal 17 Desember 2017 telah menetapkan Talaud menjadi area wisata cross border atau tapal batas. Ketika penyusunan  agenda ivent  pariwisata nasional nusantara. Ada lima agenda resmi  yang akan dilaksanakan dan diikuti kementerian dan tamu lainnya . ke - 5 agenda itu adalah Festival Manduru'u Tonna, Festival Mane'e,  Festival Pulau Sara'a,  Festival Kebudayaan , dan Festival  Christmas Daya.

"Itu yang sudah teragendakan resmi di Kementerian  Pariwisata . Mereka komit untuk  membantu mempromosikan  pariwisata Talaud lewat  dana, website, buklet dan  mendatangkan tamu maupun hal lainnya . Tinggal bagaimana kita serius menyikapi atau  menjemput bola supaya bantuan itu datang kemari ," ujar Kabid Pariwisata, Jumat (19/1).

Lanjut dikatakan, salah satu hal yang patut di syukuri  di tahun 2018 adalah Talaud akan mendapatkan alokasi anggaran dari Kemenpar melalui Dana Alokasi Khusus ( DAK)  sebesar  Rp. 1, 799 milyar .

"Selama 15 tahun Talaud berotonomi sejak tahun  2002. Baru tahun ini kita mendapatkan Dana Alokasi Khusus. Mengapa ini bisa didapat ?. Karena di tahun - tahun sebelumnya kita belum ada Rencana Induk Pembangunan Pariwasata ( Ripda ). Ripda ini lahir di era pak Kadis Isak Tamaroba. Kemudian tahun 2017 kita mampu melaksanakan festival. Dananya sebesar 1,799 milyar rupiah, DAK  Talaud yang terbesar di Sulawesi Utara," kata Tamatompo.

Dana ini nantinya akan digunakan untuk  pembangunan dive centre dan perlengkapan, dan  pembangunan tourism information and centre. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 19 Januari 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional