Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau
Pratinjau

Prihatin Maraknya Korban Kalangan Siswa, Fietber : " Butuh Peran Ortu Demi Anak Bangsa "


MINSEL, detikawanua.com - Menanggapi soal maraknya pengendara motor berseragam sekolah, Pelaksana Tugas ( Plt ) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Serta Olahraga ( Dikpora) kabupaten Minahasa Selatan ( MINSEL ) Dr Fietber Raco dengan tegas melarang jika siswa atau anak sekolah menggunakan motor ke sekolah karena menurut Raco ini sudah ada kesepakatan bersama dengan kepolisian.

Ditemui di kantornya kemarin Selasa ( 16/01/2018 ) Fietber dengan senyum memaparkan potensi kecelakaan tak bisa terhindari jika pengendarah anak sekolah dengan ugal-ugalan ini harus ada peran orang tua di tinjau dari umur mereka ( para siswa...red ) belum miliki Surat Ijin Mengemudi ( SIM )

" memang jadi serba salah jika melarang anak bawah motor ke sekolah namun apa boleh dikata peraturan sudah jelas dan ini sudah bertahun - tahun menghimbau agar anak taat aturan, sosialisasi di sekolah terus dilakukan pihak kepolisian , dalam hal ini perlu juga peran orangtua karena ini generasi penerus bangsa dan negara, jelas Raco

Lanjut Fietber di kecamatan Tareran, Tumpaan, Amurang raya, Tenga Sinonsayang sudah bekerja sama dengan POLANTAS  Minsel agar di perhatikan, butuh kesadaran dari kita semua untuk tau mana yang berbahaya, karena anak sekolah belum miliki SIM, jadi belum cukup umur untuk membawah kendaraan di jalan raya apalagi ngebut.

Tanggapan datang dari berbagai elemen masyarakat berharap peran orang tua sangat di butuhkan terkait hal ini karena banyak orang tua yang karena sayang anak langsung mengijinkan gunakan motor kendaraan untuk ke sekolah padahal resikonya cukup membahayakan anak mereka sendiri.

Pemerhati dunia pendidikan Minsel Jopie Lintong yang juga Ketua Reclasstering Sulut berharap ada solusi yang terbaik untuk persoalan ini apalagi bicara aturan Lantas itu jelas harus di atas 17 tahun dan sekolah harus lebih tegas dan orang tua harus ketat terhadap anak.

" yah saya kira perlu kerja sama semua pihak untuk terus mengawasi anak kita , baik orang tua maupun pihak sekolah bekerja sama dengan pihak kepolisian memperketat dan secara tegas mengawasi anak didik dalam menggunakan kendaraan dengan ngebut dan apalagi masih memakai seragam sekolah. Jelas Lintong
( Vandytrisno )

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 17 Januari 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional