Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Hari Ini 3 Jam Paslon R3D Digodok Kesehatan Wawancara di RSUP Kandou

Manado, detiKawanua.com - Melangkah ketahapan berikutnya dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni Sosialisasi Pelaksanaan Penilaian Rohani, Jasmani dan Narkoba Untuk Bakal Calon (Balon) Bupati/Wakil dan Walikota/Wakil Tahun 2018, di enam kabupaten kota se-Sulut yang dilaksanakan di Aula Rumah Sakit (RS) Umum Pusat Kandou Manado, Jumat (12/01) pagi tadi.

Pantauan detiKawanua.com, hingga pukul 15.00 Wita tadi khususnya bagi Paslon Bupati Minahasa, Roy O. Roring dan Wakil Bupati, Robby Dondokambey (RR-RD/R3D) dengan Paslon Bupati Kepulauan Sitaro, Evangelin Sasingen dan Wakil Bupati, Jhon Palandung (YES-Jo) beserta sejumlah paslon Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota lainnya melanjutkan dengan penilaian rohani sekaligus tes wawancara di RSUP Kandou Manado.

Seperti yang diungkapkan Paslon Bupati Minahasa, Roy O. Roring bahwa pada hari ini dirinya bersama pasangan calon Wakil Bupatinya (Robby Dondokambey-RD) telah mengikuti dua sesi tes (penilaian kesehatan dan wawancara) selama kurang lebih 3 jam dan berjalan dengan baik.

"Ini merupakan bagian tahapan Pilkada yang kesemuanya bisa kami (RR-RD/R3D) lalui tanpa ada kendala, mudah-mudahan juga selanjutnya pun tidak ada kendala," kata RR.

Senada itu, Calon Wakil Bupati Minahasa, Robby Dondokambey (RD) mengatakan bersyukur sudah bisa melewati tahapan ini dengan baik.

"Saya bisa menyelesaikan lembar isian yang merupakan bagian dari tahapan penilaian kesehatan rohani dan tes wawancara, semua sudah berjalan dengan lancar tanpa kendala sesuai tahapannya," ujar Robby.

Adapun keterangan dari Direktur RSUP Kandou Manado, Maxi Rondonuwu bahwa pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjamin independensi dokter dalam melakukan proses pemeriksaan terhadap Paslon. Begitupun untuk hasil pemeriksaan ditegaskan bahwa dokumen itu milik RS dan data hasil itu milik pribadi. Bila ingin dipublikasikan harus persetujuan yang bersangkutan/pasien/Paslon.

"Hasil pemeriksaan nanti akan diplenokan dan dihadiru semua Paslon dan instansi pemeriksa terkait. jadi tidak usah khawatir/ragu karena ini dilaksanakan secara transparan tapi untuk hasil data dan dokumen itu bersifat pribadi/tertutup," jelas Maxi.

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 12 Januari 2018 , , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional