Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Guna Perekaman KTP, Disdukcapil Boltim Prioritaskan Turun Lapangan

Kepala Disdukcapil Boltim, Rusmin Mokoagow.

Boltim, detiKawanua.com - Jumlah penduduk di kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sebanyak, 84, 444 ribu jiwa. jumlah total tersebut seperti dituturkan Kepala Dinas kependudukan dan catatan sipil (Disdukcapil) Boltim, Rusmin Mokoagow.

Dengan data jumlah jiwa atau penduduk di Boltim, kata Rusmin, kita ambil pada akhir tahun 2017 kemarin. sedangkan, untuk wajib Kartu Tanda Penduduk (KTP), sekitar 62 ribu, orang, "jumlah terbanyak wajib KTP, menurut data yang ada saat ini, terdapat di kecamatan Kotabunan. sedangkan data beberapa tahun lalu kebanyakan di Tutuyan dan kotabunan," terang Rusmin, siang tadi.

Di 2018 ini, kita berupaya kembali turun lapangan guna melakukan perekaman KTP dan mendata kembali. ini sesuai permintaan masyarakat dari semua kecamatan yang ada di Boltim, melalui kepala-kepala desa (Sangadi-red) per desa.

"Kita akan jemput bola, artinya kita turun langsung lapangan melakukan perekaman e-KTP sesuai adanya permintaan masyarakat diseluruh kecamatan dan desa di Boltim. hal ini masuk dalam progran prioritas kita. bulan depan kita lakukan. untuk percatakan e-KTP kita memang sedikit ada kendala terkait dengan jaringan atau signal disini di kantor Disdukcapil. begitupun, dengan perekaman sebab, tidak semua wilayah jaringan signalnya bagus. hingga saat ini, menurut data ada pada kita, masuk pada posisi 84% untuk pencetakan KTP dengan wajib KTP, pada akhir tahun 2017 hingga 2018 ini. kita upayakan peningkatan persentasinya di tahun ini juga. sejak masuk hari kerja di 2018 ini, setiap hari puluhan warga datang dikantor Disdukcapil terkait dengan pembuatan e-KTP, hingga sekarang," jelas Rusmin, saat disambangi diruang kerjanya, Senin (15/01). (Fidh)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 15 Januari 2018 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional