Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau
Pratinjau

Usai Letakkan Batu Pertama Masjid Al Furqan, Ini Pesan Bupati Boltim


Bupati Boltim saat meletakkan batu pertama pembangunan masjid Al Furqan.

Boltim, detiKawanua.com -  Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar SH, meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Al Furqan di Desa Paret, Kecamatan Kotabunan, Jumat (15/12). 
Bupati mengatakan, desa Paret sudah pantas untuk dibangun masjid karena seluruh aset desa Paret termasuk masjid, telah diserahkan ke desa Paret Timur saat desa Paret dimekarkan.



"Alhamdulillah, hari ini terwujud niat dari seluruh jamaah untuk membangun tempat ibadah," ucapnya.

Perencanaan dan ukuran masjid yang akan dibangun di desa Paret sudah tepat sebab, cocok dengan jumlah penduduk yang ada, "bangunlah masjid sesuai kebutuhan. jangan dibangun besar-besar isinya (jamaah) sedikit," ‎tutur Bupati.
‎‎‎
Bupati Landjar juga menghimbau dan berpesan, masjid yang akan dibangun benar-benar dijadikan sebagai tempat ibadah dan jangan sampai menjadi sumber keretakan.



"Janganlah kamu membangun masjid kalau, dibangun dengan perseteruan itu laksana membangun masjid di tepi jurang. kenapa tempat ibadah harus dibuat dalam satu bentuk besar, karena didalamnya ada 3 hal penting yaitu silaturrahim, ibadah atau sujud kepada Allah, dan untuk belajar," jelas Bupati.

Sementara, Kepala desa (Sangadi-red) desa Paret, Ujin Mamonto menyampaikan alasan pembangunan masjid Al Furqan yakni salah-satunya karena desa Paret belum memiliki masjid.



"Kami harus mendirikan bangunan masjid baru karena, sesuai persyaratan jamaah yang ada di desa Paret ini sudah 100 KK lebih. dan semua persyaratan-persyaratan untuk pembangunan masjid telah kami penuhi," beber Ujin.

Estimasi anggaran yang harus di siapkan sampai pembangunan masjid rampung, katanya, diperkirakan mencapai Rp 850 juta.



"Ukuran bangunan keseluruhan yaitu, 18x18 M. lokasi masjid ini sah milik jamaah desa Paret karena sebagian dibayar dan sebagian dihibahkan pemilik," ungkapnya. (Fidh)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 15 Desember 2017 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional