Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Hadirkan Yudi Latif, GCDS Sukses Gelar Seminar Kebangsaan

Manado, detiKawanua.com - Toleransi yang selama ini melekat dan identik dengan warga di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), bukan hanya harus dijaga namun perlu juga dirayakan. Karena dengan 'merayakan' toleransi dan perbedaan, kita ikut mewariskan nilai-nilai luhur tersebut ke generasi berikutnya.

Inilah salah satu hal yang ingin 'disampaikan' Gerakan Cinta Damai Sulut (GCDS) dalam Seminar Kebangsaan yang mengangkat tema: Pancasila, Agama-agama dan Kemanusiaan, di Gedung D Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Sam Ratulangi (FEB Unsrat) Manado.

Seminar yang menghadirkan Yudi Latif PhD, selaku Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) dan diikuti ratusan peserta dari lintas iman-lintas agama, lintas suku, serta lintas kampus ini, sukses digelar pada Jumat (08/12).

Dalam penyampaiannya, Yudi mengapresiasi acara yang digagas kelompok perpaduan lintas iman, lintas agama di Sulut ini. Acara seperti ini akan memberikan energi positif untuk bangsa Indonesia.

Menurutnya, kita semua berkumpul di tempat yang istimewa. Tempat yang mengabadikan Sam Ratulangi, menjadi salah satu nama universitas di Indonesia. Kehadiran Sam Ratulangi sebagai anggota PPKI, menjadi sosok yang menggenapi keindonesiaan

"Yang menyelematkan keindonesiaan dari kecenderungan memberikan privilege (hak istimewa, red) pada golongan tertentu saat perumusan Pancasila. Karena sosok beliau, sehingga keindonesiaan kita yang penuh perbedaan menjadi toleransi yang sangat indah," jelas Yudi.

Lebih lanjut dikatakannya, perbedaan nilai-nilai keagamaan jangan menjadi sumber persoalan. Tapi nilai-nilai ketulusan spiritualitas inilah yang bagus untuk persatuan Indonesia.

"Kita harus lebih mendorong Pancasila dalam perbuatan, mendorong kerja nyata. Orang dalam berbagai latar belakang agama dan suku berbeda, harus bekerja sama merealisasikan Bhinneka Tunggal Ika," pungkasnya.

Diketahui, selain Yudi Latif, seminar ini juga diisi dengan pemberian materi dari Pengurus Ahmadiyyah Pusat Mln Ma'sum Ahmad Shd, Tokoh Kristen Sulut Pdt Dr Nico Gara MA, Intelektual Muda NU Zuhairi Misrawi, Nia Sjarifudin daru UKP-PIP, Denni Pinontoan STh MTh dari GCDS. (Indra)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 09 Desember 2017 , ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional