Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
PratinjauPratinjauPratinjau PratinjauPratinjau

Cuti Libur Bersama Natal 3 Hari, OD-SK: Instansi Tetap Fokus Pelayanan Masyarakat

Manado, detiKawanua.com - Sesuai surat edaran keputusan (SK) Gubernur Sulut (Olly Dondokambey) Nomor 482.A Tahun 2017 yang telah ditandatangani pada tanggal 12 Desember 2017 tentang penetapan hari libur dan cuti bersama dalam rangka Natal di Provinsi Sulut, maka terdapat 7 poin penting yang perlu diperhatikan Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni, hari libur hanya selama hari mulai tanggal 27 hingga 29 Desember. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur, Steven Kandouw didampingi Asisten I Pemerintahan, Jhon Palandung dan Asisten III, Roy O Roring, dalam konfrensi pers bersama wartawan di Lobi Kantor Gubernur, Kamis (21/12).

"Bagi instansi pemerintah yang pada saat hari libur dan cuti bersama harus memberikan pelayanan kepada masyarakat, supaya mangatur penugasan pegawai ASN melalui sistem shift sesuai dengan yang dibuat agar pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung sebagaimana mestinya," terang Wagub.

Lanjutnya bahwa pelaksanaan hari libur dan cuti bersama akan diperhitungkan pada hak atas cuti tahunan pegawai ASN pada tahun berikutnya atau dalam artian, cuti 3 hari tersebut diambil dari cuti/libur tahun 2018 nanti (kalau terdapat 12 hari cuti hari libur di tahun 2018, maka dikurangi 3 hari jadi tinggal 9 hari).

"Selanjutnya untuk menjaga keamanan serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam sistem pelayanan kepada masyarakat, maka dimintakan kepada seluruh kepala instansi pemerintah agar mengatur jadwal piket pegawai ASN pada hari libur dan cuti bersama di kantor masing-masing," tegasnya.

Sementara itu surat edaran dimaksud juga diberitahukan kepada para bupati/walikota se-Provinsi Sulut melalui kepala perangkat daerah kab/kota serta Kepala SKPD Pemprov Sulut agar dapat memantau pelaksanaan hari libur dan cuti bersama tersebut.

"Apabila ada pegawai ASN yang tidak masuk kerja (dihari kerja usai libur,red) tanpa alasan yang jelas, akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-udangan yang berlaku. Dimana sanksi tersebut berupa pemotongan TKD dan beerimbas pada kepangkatan pegawai ASN," jelas Kandouw sembari menambahkan bahwa himbauan tersebut juga berlaku kepada Tenaga Harian Lepas (THL). Adapun untuk apel kerja perdana ASN dan THL pada tahun 2018 nanti tertanggal 3 Januari. (IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 21 Desember 2017 ,

BERITA TERBARU

SANGIHE

KESEHATAN

Lingkungan

Internasional