Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Selama 3 Hari, IBF 2017 Membahas Sejumlah Hal Ini Bersama 3 Negara

Manado, detiKawanua.com - Pelaksanaan Konferensi Internasional Biosecurity Food and Trade dan Kongres Indonesia Biosecurity Foundation (IBF) / Yayasan Ketahanan Hayati 2017 yang diselenggarakan di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Kamis (02/11) siang tadi, melibatkan 7 pembicara dari 3 negara yakni, Australia, United Kingdom (Inggris) dan Malaysia, dengan peserta yang berasal dari 8 provinsi di Indonesia.

Adapun 5 poin dalam kegiatan tersebut menurut Ketua Panitia, Jerry G Tambun, yang pertama, pelaksanaan konferensi, kedua Kongres IBF untuk mengesahkan kepengurusan IBF periode 4 tahun kedepan, ketiga, BPBI meeting untuk membicarakan research-research agenda maupun alokasi anggaran penelitian dan pengembangan program studi lanjut untuk S2 dan S3, keempat, Kesepakatan (baru disepakati) adanya kemungkinan memulai program 'Master Class' khusus untuk Indonesia yang akan dimulai tahun 2018 mendatang, dan kelima, program monitoring maupun leadership training dibidang Biosecurity dengan sertifikat khusus dibidang Biosecurity yang para trainer akan didatangkan dari Universitas-Univeraitas di Australia.

"Yayasan Ketahanan Hayati Indonesia secara historik akan disahkan nanti. Bukan secara kebetulan jika pengesahan IBF ini dilakukan di Kota Manado," terang Tambun.

Dijelaskannya juga bahwa IBF tersebut dibentuk BP CRC Australia dan BPBI dengan agenda program kerja mempromosikan Biosecurity Indonesia, membangun Network dan realisasinya dengan pemerintah Indonesia, Australia maupun para pengusaha/kaum industrialis yang bisnisnya bersentuhan dengan persoalan-persoalan Biosecurity pertanian, perkebunan, peternakan, lingkungan, hukum keimigrasian maupun karantina. 

"Selain itu, IBF ini juga berusaha mendapatkan simpati dan dukungan perusahaan melalui Corporate Sosial Responbilitinya sehingga dukungan dan donor yang diperoleh IBF digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pembangunan Biosecurity di Indonesia melalui pendidikan dan penelitian pada bidang dimaksud," jelasnya.

Tambun juga menambahkan bahwa pengurus IBF terdiri dari Indonesia maupun Australia dengan kegiatan sehari-harinya secara berkala akan direview para pendonor dari luar negeri.

"Jadi hal ini berhubungan erat dengan pertanian, perkebunan, peternakan, lingkungan, hukum keimigrasian maupun karantina," tandas Tambun.

Diketahui kegiatan tersebut akan berlangsung hingga tanggal 4 November.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 03 November 2017 ,

0 komentar for "Selama 3 Hari, IBF 2017 Membahas Sejumlah Hal Ini Bersama 3 Negara"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional