Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Potensi Daerah Sulut Tarik Perhatian Dunia Perfilman, Gubernur Pastikan Tidak Ada Pungutan Retribusi

Manado, detiKawanua.com - Dinilai berhasil dalam mempromosikan potensi daerah Sulawesi Utara (Sulut) dikanca nasional, kini khususnya di dunia perfilman Sulut semakin menarik perhatian publik dan para investor film untuk dijadikan lokasi pembuatan film dikarenakan potensi keindahan alam serta keakraban keramatamahan kehidupan masyarakat dilingkungan kerukunan antar umat beragama. Hal itulah menjadi salah satu alasan ketertarikan yang tertanam bagi para tamu/turis ketika mengunjungi daerah Bumi Nyiur Melambai (Sulut) ini. Oleh karenanya, kini kembali Provinsi Sulut dipercayakan pemerintah pusat (sebelumnya menggelar AFI,red) menjadi daerah tuan rumah pelaksanaan iven akbar nasional Festival Film Indonesia (FFI) 2017 yang puncak penganugerahannya pada Sabtu (11/11) malam nanti di Gedung GKIC Manado dengan dihadiri sekitar 400-an lebih tamu undangan dan para artis Indonesia yang bisa disaksikan masyarakat umum.

Seperti halnya dalam sambutan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey saat kegiatan 'Welcome Dinner' Jumat (10/11) tadi malam, bahwa pemerintah Sulut memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kalangan insan perfilman untuk memproduksi film sebanyak-banyaknya di Sulut.

"Kami mendorong insan perfilman untuk membuat film sebanyak-banyaknya di Sulut. Ini baik, sebab dengan dijadikannya Sulut  sebagai lokasi shooting film, maka Sulut akan semakin dikenal.  Masyarakat di nusantara dapat melihat keindahan alam di Sulut," terang Olly kepada para undangan produser, artis dan pejabat yang hadir di Wisma Negara Gubernuran Bumi Beringin Manado.

Selain itu, Gubernur memastikan serta menjamin insan perfilman baik nasional maupun internasional, gratis dalam melakukan kegiatan pembuatan film di daerah Sulawesi Utara.

"Silahkan, pemerintah siap support tanpa ada pungutan ataupun retribusi," ujarnya, sembari mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mempercayakan Sulut sebagai tuan rumah FFI 2017.

"Sebelumnya juga ada tiga film yang proses shootingnya dibuat di Sulut, yakni Senjakala di Manado, Tom and Jerry dan Hujan di Bulan Juni, telah membuat Sulut semakin dikenal dikanca nasional," ujar Gubernur.

Hadir dalam kegiatan Welcome Dinner tersebut Ketua Umum Lokal Sulut FFI, Rita Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw, Wakil Ketua TP-PKK Sulut, Devi Kartika Kandouw-Tanos, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw, unsur Forkopimda Sulut, Ketua Dharma Wanita Sulut, Ivone Silangen Lombok, serta Ketua Umum Pusat FFI, Leni Lolang bersama para artis Indonesia.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Sabtu, 11 November 2017 , , , ,

0 komentar for "Potensi Daerah Sulut Tarik Perhatian Dunia Perfilman, Gubernur Pastikan Tidak Ada Pungutan Retribusi"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional