Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Karena Pengadaan Bus, Komisi I DPRD Sulut Memanas

Rapat pembahasan Ranperda APBD 2018 antara Komisi I DPRD Sulut dan Sekretariat DPRD Sulut. 

Manado,  detiKawanua.com - Rencana pengadaan kendaraan dinas (Kendis), diantaranya 2 (dua) Bus dan 1 (satu) mobil Innova Sekretariat DPRD untuk digunakan oleh anggota DPRD yang dianggarkan pada tahun 2018 membuat suasana rapat Komisi I DPRD Sulut memanas.

Pasalnya,  rapat dengar pendapat antara jajaran Sekretariat DPRD Sulut  bersama Komisi I DPRD Sulut dalam rangka pembahasan Ranperda APBD tahun 2018 melahirkan pro-kontra sesama Komisi I, Jum'at (10/11).

Menurut Sekretaris DPRD Sulut Bartholomeus Mononutu, Bus yang dimiliki sekretariat DPRD saat ini hanya berjumlah dua dan sering digunakan, sehingga perlu penambahan Bus agar setiap Komisi mempunyai kendis masing-masing.

"Realita kebutuhan Bus yang cuman dua membuat kita kewalahan, sampai-sampai jarang di parkir karena sering dipinjam atau di pakai.  Makanya kita rencanakan penambahan Bus untuk digunakan oleh setiap Komisi DPRD," jelas Mononutu.

Mendengar penyampaian Sekertaris DPRD, anggota Komisi I DPRD James Tuuk, tidak setuju ada penganggaran untuk penambahan Bus melihat kinerja sebagian anggota DPRD yang kurang tingkat kesadaran terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai legislatif.

"Saya tidak setuju dengan Bus yang akan di beli karena kurangnya tingkat kesadaran anggota lainnya. Contohnya personil pansus yang  berjumlah 23 orang, ternyata  yang hadir hanya 3 orang saja. Apa nantinya penilaian masyarakat dengan  naiknya gaji anggota DPRD ditunjang dengan fasilitas gedung yang mewah tapi tidak sesuai dengan kinerja sebagian anggota Legislatif," ujar Tuuk.

Dia juga menegaskan,  terserah dari anggota Komisi I lainnya yang setuju untuk pengadaan kendis tersebut, akan tetapi Legislator Dapil Bolmongraya ini akan tetap melakukan perlawanan bila program itu coba untuk direalisasikan.

"Saya akan melakukan perlawanan bila Bus ini direalisasikan, karena kita akan melakukan blunder dan hati saya terusik karena sumpah jabatan saya sebagai anggota DPR," tegas Tuuk.

Menurutnya,  lanjut Tuuk,  dua Bus yang sekarang dimiliki oleh Sekretariat DPRD jarang digunakan untuk menunjang kegiatan DPRD, Anggaran yang dimiliki seharusnya melihat kebutuhan bukan seolah karena hasil dari keinginan.

"Anggaran 1,7 milyar untuk pengadaan Bus, tapi jarang di gunakan. Sendainya ada datanya, tolong diperlihatkan berapa kali Komisi menggunakan Bus tersebut. Benar kita memiliki anggaran, tapi harus berdasarkan kebutuhan, bukan karena keinginan apalagi untuk bergagah-gagahan," tukas Tuuk.

Senada dengan itu,  Sekretaris Komisi I, Jenny Mumek sependapat dengan tidak membeli Bus melihat agenda setiap Komisi tidak pernah bersamaan sehingga dinilai mubazir.

"Saya setuju dengan yang disampaikan oleh pak James.  Karena tidak mungkin Komisi punya agenda bersamaan dalam kunjungan lapangan," Kata Mumek

Disisi lain,  Wakil Ketua Komisi I Kristovorus Decky Palinggi setuju dengan Sekretariat DPRD yang menganggarkan penambahan Bus karena untuk penilaian dan pelayanan dari DPRD terhadap petinggi-petinggi yang berkunjung ke Sulut juga mengantisipasi bila Ada agenda Komisi bersamaan.

"Kita disini ada empat Komisi, yang seharusnya setiap Komisi punya Bus sendiri untuk mengantisipasi ada agenda bersama, dan Bus yang sekarang kita miliki hanya dua. Ini juga merupakan penilaian dan pelayanan kalau ada tamu Dari DPR RI, MPR RI dan DPD RI yang berkunjung ke Sulut," Kata KDP panggilan Akrab Kristovorus Decky Palinggi.

Sedangkan anggota Komisi I lainnya, Netty Pantouw, menilai  dengan penambahan kendaraan operasional Komisi bisa lebih mempermudah kerja-kerja DPRD dalam melakukan kunjungan. Terkait persoalan kesadaran  Anggota DPRD yang disinggung James Tuuk, menurut Politisi Demokrat ini dikembalikan pada setiap individu, bukan atas nama institusi DPRD.

"Menurut saya positif pengadaan Bus untuk menunjang agenda-agenda Komisi. Komentar Pak James juga merupakan cambukan untuk anggota DPRD. Fasilitas dan gedungnya sudah  mantap tapi kesadaran yang kurang," tandas Pantouw.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Sulut,  Ferdinand Mawengkang yang memimpin Rapat mengatakan, pro-kontra pengadaan Bus akan dibicarakan dengan Ketua DPRD Andrei Angouw.

"Dalam segi manfaat, Bus itu sering kita pakai dalam kunjungan. Kita juga harus mempertimbangkan usulan dari beberapa anggota. Nanti hal tersebut akan kita bicarakan dengan pimpinan," pungkas Mawengkang. (Enda) 

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 10 November 2017

0 komentar for "Karena Pengadaan Bus, Komisi I DPRD Sulut Memanas"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional