Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Cegah Human Trafficking, Kementerian P3A Bentuk PP-TPPO di Manado

Pelantikan pengurus komunitas PP-TPPO Kota Manado. /ist

Manado, detiKawanua.com - Human trafficking atau perdagangan orang merupakan momok buruk dan isu kompleks, sebabnya diperlukan penanganan holistik dari hulu hingga hilir oleh semua komponen. 

Karenanya, untuk membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan human traffciking, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI membentuk komunitas Pecegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PP-TPPO) di seluruh Indonesia.

Di Kota Manado sendiri, Kementerian P3A bersama organisasi Terung Ne Lumimuut dan Pemkot Manado telah membentuk PP-TPPO untuk delapan kelurahan yang ada di Kecamatan Wenang dan Wanea. Pengurus komunitas PP-TPPO secara resmi dikukuhkan pada Rabu (22/11) sore, di ruang serbaguna Pemkot Manado.

Mewakili organisasi Terung Ne Lumimuut, Pdt Susan Saerang menjelaskan, Terung Ne Lumimuut sebagai lembaga pendamping melihat perlu membentuk komunitas. Dimana lewat komunitas seperti ini, dapat membantu membangun kesadaran dan membekali masyarakat, tentang pengetahuan mengenai isu-isu perdagangan orang.

"Ini merupakan program kerjasama antara Kementerian P3A RI. Dalam tahap ini, Kecamatan Wenang dan Wanea dipilih, karena berdasarkan data kementrian, dua daerah ini terindikasi rawan," ungkap Saerang yang juga ketua panitia pelaksana.

Setelah pelantikan, lanjut Saerang, komunitas PP-TPPO menentukan langkah-langkah dan program lanjutan sekaligus mengidentifikasi berbagai bentuk pencegahan perdagangan orang.

Kepala Bidang Pencegahan TPPO Deputi Perlindungan Hak Perempuan Kementerian P3A Dino Ardian mengatakan, pembentukan komunitas merupakan buah kerjasama dengan lembaga Terung Ne Lumimuut dan ini adalah terobosan dari KPPPA.

"Ini terobosan KPPPA, bagiamana mengoptimalkan peran masyarakat mencegah TPPO. Tahun 2016, ada 5 komunitas yang kita bentuk, tahun 2017 ada 16 komunitas tersebar di 16 kabupaten/kota termasuk di Manado. Harapan kita, pencegahan kekerasan berbasis gender bisa diubah oleh masyarakat sendiri," jelasnya.

Senada dikatakan Kepala Dinas P3A Kota Manado Tetty Taramen. Menurutnya, pencegahan kasus tindak pidana perdagangan orang merupakan persoalan kompleks yang diperlukan penanganan serius bersama-sama.

"Bentuk pencegahan, kami sudah turun di tiga kecamatan dan sembilan kelurahan melakukan sosialisasi. Semoga komunitas yang baru dibentuk ini bisa bersama-sama membantu pemerintah melakuka pencegahan perdagangan orang," pungkasnya. (*/Indra)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 22 November 2017 ,

0 komentar for "Cegah Human Trafficking, Kementerian P3A Bentuk PP-TPPO di Manado"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional