Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Bupati SWM Bersana Dirjen PRL Lakukan Monitoring SKPT di Salibabu

Talaud, detiKawanua.com - Bertepatan dengan Hari Ikan Nasional (HIN), Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia kunjungi Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa (21/11). Adapun tujuan kedatangan dalam rangka monitoring Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT), yang sementara dalam pembangunan di Pulau Salibabu.

Kedatangan Dirjen disambut baik Bupati Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) bersama jajaran Pemerintah Kabupaten. Sebelum melakukan monitoring, Pemerintah Kabupaten dan rombongan Dirjen PRL terlebih dulu menggelar tatap muka, sekaligus penyerahan bantuan, kepada para nelayan di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Puluhan kelompok penerima bantuan telah memadati tempat kegiatan. Dalam kesempatan ini, Bupati SWM mengatakan pembangunan kelautan dan perikanan di Talaud dalam tiga tahun terakhir  menunjukkan peningkatan. PPI Salibabu ditetapkan sebagai lokasi SKPT yang ditetapkan dengan Peraturan Presiden RI nomor 58/2017 menjadi proyek strategis nasional. Sejalan itu pula dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Talaud untuk terus meningkatkan sektor kelautan dan perikanan di wilayah perbatasan.

 "Anggaran yang ada belum dapat mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan. Nah, dengan ditetapkannya SKPT Talaud sebagai proyek strategis nasional sangat membantu keterbatasan APBD untuk membangun sektor kelautan dan perikanan. Dan untuk para nelayan penerima bantuan, kiranya dapat memanfaatkan bantuan sebaik mungkin. Bantuan harus dipergunakan. Jangan dibiarkan tak terpakai atau malah dijual," ujar SWM saat memberikan sambutan.

Dirjen PRL Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Brahmantya Satyamurti Poerwadi meminta seluruh nelayan dapat bekerja sama menjaga laut Indonesia.

" Saya juga mau sampaikan, warga itu jangan mali jadi nelayan. Harus pede status pekerjaan di KTP ditulis nelayan. Negara menjamin kehidupan nelayan dengan memberikan Asuransi nelayan. Untuk Talaud sudah dibagi 3000 Asuransi nelayan. Salah satu syarat mendapatkan asuransi yakni harus menjadi nelayan dan status itu tertulis di KTP. Nelayan hargailah laut dengan tidak menggunakan bom atau bahan kimia saat menangkap ikan," jelasnya.

Jumlah nelayan di Talaud yang terdata oleh Dinas Perikanan Talaud,  sekira 7000 orang. Mobil berpendingin satu unit, kendaraan roda tiga dua unit, ice flakes machine dua unit, pamboat dan perlengkapannya 60 unit, mesin tempel 15 PK 60 unit, alat penangkapan ikan 60 unit merupakan jenis dan jumlah bantuan yang diberikan kepada puluhan koperasi nelayan yang ada di Talaud.

"Di Desa Dalum, Salibabu sementara dibangun beaching plate dan pengerukkan, kios nelayan atau warung logistik, tempat pelelangan ikan dan pembangunan lainnya," ungkap Kadis Perikanan Talaud Leida Dachlan. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 22 November 2017 ,

0 komentar for "Bupati SWM Bersana Dirjen PRL Lakukan Monitoring SKPT di Salibabu"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional