Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Bela Negara Bersama Ikatan Alumni Unsrat Gelar Simposium

Manado, detiKawanua.com - Bela Negara sangat penting untuk keutuhan wilayah Indonesia dalam mengantisipasi agresi asing dari luar dan pergolakan bersenjata dari dalam. Oleh sebab itu, kesadaran Bela Negara  itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara.

Ketua Jaringan Bela Negara Sulut Rocky Wowor mengatakan, dengan banyaknya ragam budaya di Indonesia bangsa kita mudahnya di jajah dengan menggunakan strategi adu domba (divide et impera) selama tiga setengah abad. Atas dasar itulah di era kemerdekaan ini, melalui aksi Bela Negara kekuatan persatuan dan kesatuan kita harus selalu dijaga.

“Kita semua warga negara Indonesia harus siap untuk melakukan Bela Negara, salah satunya dengan memelihara persatuan dan kesatuan,” jelas Rocky Wowor.

Untuk Memantapkan kecintaan tersebut,  Bela Negara Sulut bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulut dan DPRD Sulut, Senin (27/11-2017) diruang Paripurna DPRD Sulut, IKA (Ikatan Alumni) Unsrat melaksanakan Simposium Nasional dengan Tema: "Pemantapan Ideologi Pancasila Bagi Masyarakat Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme Diwilayah Perbatasan".

Kegiatan yang yang digagas Ketua dan Sekretaris IKA Unsrat, Prof. Ishak Pulukadang dan Risat Sanger SIP ini menghadirkan Narasumber dari Pusat seperti; DR. Anas Saidi PhD (Deputi 1 Unit Kerja Pancasila), Prof.DR. Henny Warsilah (Peneliti LIPI). Pembicara dari Daerah seperti Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan juga Prof. Ishak Pulukadang serta pre reviuw Risat Sanger.

Kegiatan simposium dihadiri unsur Generasi Muda, Mahasiswa dan Siswa SMU/SMK. Dalam sambutan sekaligus memberikan materi singkat, Angouw memaparkan beberapa beberapa hal bagaimana kita menangkal paham-paham radikalisme, juga ancaman terorisme.

"Sejarah perjalanan Bangsa melawan penjajahan telah membuktikan bahwa Bangsa ini selalu bersatu. Demikian juga kewaspadaan kita selama ini dalam rangka menangkal soal radikalisme dan teorisme, selalu ada penyamaan persepsi untuk melawannya," kata Angouw.

Dikatakan Angouw Pancasila dalam setiap pelaksanaan dan implementasi dilapangan sudah merupakan filterisasi dalam menangkal gangguan baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk penangkalan paham radikalisme dan teorisme.

Selanjutnya, Angouw menyinggung tentang metode aksi bangsa ini untuk keluar dari keterpurukan, yakni menerapkan Konsep Trisaksi Bung Karno yang sedang dijalankan Pemerintah Nasional sekarang. Termasuk perbaikan ekonomi nasional agar dapat mensejahterakan masyarakat. Rakyat yang sejahtera akan terhindar dari paham-paham yang merongrong pedoman bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (*/Enda) 

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 27 November 2017

0 komentar for "Bela Negara Bersama Ikatan Alumni Unsrat Gelar Simposium"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional