Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Keintjem Akan Kerahkan Seluruh Sumber Daya Hadapi 'Tuduhan' Penjual Cabo cs

Dirut PD Pasar Manado, Dirum PD Pasar Manado dan Kabag Umum PD Pasar Manado saat menggelar konferensi pers, Sabtu (14/10).

Manado, detiKawanua.com - Setelah kasusnya 'dimenangkan' oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut),  Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Manado Alfrets Fery Keintjem SE Ak dengan tegas menyatakan akan mengerahkan seluruh sumber daya untuk menghadapi 'tuduhan' penipuan yang dilayangkan Abdul Gani Tamimu terhadap dirinya dan institusi PD Pasar Manado.

"Saya akan pasang badan, dan saya akan menggunakan seluruh sumber daya yang ada. Saya juga sudah cukup sabar, dan sadar akan konsekuensinya," tegas Keintjem yang didampingi Dirum PD Pasar Manado Hendra Zoenardjy dan Kabag Umum PD Pasar Manado Hentje Lumentut, saat menggelar konferensi pers di salah satu rumah kopi daerah Sario, Manado, Sabtu (14/10) siang.


Dirinya mengakui, usahanya untuk memperbaiki pasar tradisional di Kota Manado, pasti tidak akan semulus yang direncanakan. Riak-riak dari internal maupun eksternal pasar, pasti muncul menyertai kebijakan 'perubahan' yang ia usung.

"Dinamika di pasar itu tinggi, dan selama ini sudah terjadi bertahun-tahun. Pada kondisi seperti itu, kami masuk dengan perubahan. Otomatis banyak yang merasa terganggu, baik di internal maupun di eksternal, termasuk 'menuduh' dan melaporkan saya akan sesuatu yang tidak benar," pungkasnya. 

Karenanya, Keintjem menyatakan (baik secara pribadi maupun sebagai pimpinan PD Pasar Manado) sangat  menghormati langkah yang sudah dilakukan oleh pelapor. Tapi dirinya akan tinggal diam atas tuduhan penipuan ini. Ia akan laporkan balik orang-orang ini (Penjual Cabo cs, red), baik secara institusi PD Pasar maupun pribadi.

"Pertama, ini pencemaran secara korporasi, seakan-akan PD Pasar adalah sarang korupsi, seolah-olah PD Pasar adalah sarang pungli. Jika tidak dilaporkan secara institusi, kepercayaan masyarakat kepada lembaga pemerintah akan turun. Kedua, secara pribadi, saya merasa terganggu, sehingga perlu dilaporkan. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi kepada yang lain dan ada efek jera," terangnya.

Yang perlu teman-teman wartawan ketahui, lanjut Dirut Keintjem, jualan Abdul Gani Tamimu di pasar adalah pakaian cabo (cakar bongkar atau pakaian bekas impor ilegal, red). Dan cabo masuk dalam kategori barang ilegal di Indonesia. Hal ini jelas termasuk pelanggaran hukum di NKRI.

"Kebenaran dapat disalahkan, tapi tidak bisa dikalahkan. Sebab Tuhan maha baik, dan akan memperlihatkan siapa yang salah dan siapa yang benar. Sederhananya, pelapor tidak sadar kalau dia melanggar hukum, lalu merasa benar dan melaporkan orang lain melanggar hukum," ujar Dewan Kehormatan Ikatan Wartawan Online (IWO) Manado ini.

"Jadi dengan berpegang pada prinsip Kasih adalah Kebenaran dan percaya pada proses hukum yang dilakukan pihak yudikatif, sebagai hamba Tuhan saya menegur dengan proses hukum dengan cara melaporkan balik pasangan suami isteri tersebut, Abdul Gani Tamimu dan Nurhayati Antule. Apalagi tindakan pencemaran nama baik itu dilakukan dengan menggelar konferensi pers di salah satu rumah kopi daerah Tikala," lanjutnya.

Untuk diketahui, dalam kasus yang menerpa institusi PD Pasar, baik Dirut, Dirum, dan Kabag Umum, memang pelapor atas nama Abdul Gani Tamimu sesuai SP2HP dari Polda Sulut. Namun karena perjanjian terjadi antara PD Pasar Manado dengan Nurhayati Antule, makanya isteri Abdul Gani Tamimu ini ikut dilaporkan, karena secara hukum pidana orang tidak bisa diwakilkan.
Kasus ini berawal dari laporan Abdul Gani Tamimu terhadap Dirut PD Pasar Manado Alfrets Fery Keintjem SE Ak ke Polda Sulut. Pada tanggal 28 Agustus 2017 berdasarkan Surat Laporan Polisi nomor: LP/667/VIII/2017/SULUT/SPKT. Tamimu melaporkan Keintjem terkait dugaan tindak pidana Penipuan, sehubungan dengan kontrak pengelolaan MCK/WC umum di kompleks pasar Bersehati Manado, senilai Rp 210.000.000.

Namun setelah memeriksa saksi-saksi khususnya saat gelar perkara pada tanggal 18 September 2017, akhirnya melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) nomor: B/613/IX/2017/Ditreskrim tanggal 25 September 2017 yang ditujukan ke pelapor Abdul Gani Tamimu, Polda Sulut menyatakan tidak menemukan pelanggaran tindak pidana yang dilakukan Keintjem, sehingga penyelidikan tidak bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"Dengan terbitnya SP2HP, menunjukkan apa yang kami lakukan sudah sesuai aturan, dan tidak ada kepentingan apapun, termasuk tidak bertentangan dengan arahan owner (Walikota dan Wakil Walikota Manado, red) yang sudah diberikan kepada direksi. Karena itu, bagi suami isteri tersebut tunggu saja waktu Tuhan untuk kalian. Termasuk kepada media, sebab ada media yang terlalu banyak improvisasi, hanya membangun opini, mengarah ke halusinasi dan pembunuhan karakter, tanpa sumber yang jelas dan terpercaya," pungkasnya. (Indra)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 15 Oktober 2017 , ,

0 komentar for "Keintjem Akan Kerahkan Seluruh Sumber Daya Hadapi 'Tuduhan' Penjual Cabo cs"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional