Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Ini Kenyataan Pengelolaan Museum di Sulut yang Diungkap Wagub

Manado, detKawanua.com - Sulawesi Utara dengan 15 kabupaten/ Kota dengan jumlah penduduk 2,8 juta jiwa di dunia pendidikan semua orang Indonesia tidak ada Pribumi dan Non Pribumi. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw saat menghadiri acara Hari Museum Nasional di Museum Kebudayaan Sulut, Komo Dalam Manado, Kamis (19/10).

Museum harusnya jadi tempat memupuk wawasan kebangsaan, bahkan korelasinya untuk objek wisata. Namun kenyataannya museum di Sulawesi Utara belum optimal pengelolaannya.

 "Saya apresiasi hari museum, ini akan meningkatkan awarness kita tentang museum. Meningkatkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air," ujar Kandouw kala membawakan sambutan.

Padahal museum bisa menjadi solusi ketika wawasan kebangsaan Indonesia tengah dirong-rong.

"Bikin saja museum, lebih efektif datang ke museum kita bisa menyadari kekayaan bangsa kita," kata dia.

Sayangnya belum semua menyadari pentingnya peran museum. Termasuk pemerintah," ungkapnya yang menambahkan Museum di Jogja sudah lebih bagus. Kau di Sulut belum optimal. Padahal jika dikelola dengan hebat korelasinya juga dengan pariwisata.
Dibeberkannya pula bahwa dirinya pernah merasakan nyamannya mengunjungi museum di luar negeri dengan kondisi AC dingin dan nyaman sehingga membuat pengunjung betah.

"Dibandingkan museum di Sulut, air conditoner saja tak ada. Museum kita panas dan tak nyaman," ujarnya.

Kandouw pun mengakui, Pemprov menganggarkan dana untuk museum masih kecil.

"Anggaran untuk museum masih secuil, Namun Pemprov akan cari jalan keluar. Jika sulit dari APBD, bisa dari swasta berupa Corporate Social Responsibity (CSR). Korelasi pariwisata dikelola baik hebat, panas dan nyaman museum kita. Selain bisa memupuk cinta kebangsaan pelestarian budaya bangsa. Saya ketawa, poco-poco tahun depan tekor sedunia. Tapi saya baca mau dibikin malaysia. Bukan poco poco saja diklaim. Sendiri tidak lestarikan akan diambil orang lain," bebernya.

Lanjutnya, motivasi untuk menyajikan melestarikan musem dimiliki dengan baik, museum juga bukan cuma pemerintah tapi juga swasta belum ambil bagian dalam museum.
"BUMN juga bisa kasih CSR ke museum. BUMN untuk membantu museum di luar negeri begitu. Memang BUMN sudah banyak CSR, walaupun banyak ke infrastruktur dasar. Harusnya juga bisa juga untuk museum," terang Kandouw.

Sebelumnya Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Harry  Widianto mengatakan dalam acara itu melalui Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman bekerja sama dengan beberapa museum menyelenggarakan pameran  yang mengambil tema 'museumku merajut kerukunan hidup berbangsa' yang mengambarkan kebhinekaan yang dimiliki bangsa indonesia.

"Pameran yang berjudul sepayung bersama indonesia menyajikan beberapa koleksi gabungan dari beberapa museum di indonesia antara museum Sulawesi Utara, museum Dibra Durga di Jawa Barat, Museum Tekstil, Museum Wayang, Museum Sumpah Pemuda, Museum Indinesia dan Museum Olahraga," jelasnya, seraya mengatakan dalam rangka memberikan apresiasi  dan penghargaan semua pihak yang berjasa  maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI  tahun ini akan memberikan penganugerahan cagar budaya dan museum, penghargaan ini diberikan  kepada pelestari dan juru pelihara  dan museum terbaik 2017.

Turut hadir Asisten Deputi Warisan Budaya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ibu Pamuji Lestari, Forkopimda Sulut, Ketua Dharma Wanita Sulut Ivonne Silangen-Lombok, Kadis Kebudayaan F.D Rotinsulu, Para Kepala Museum dan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. (tim/hms)

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 20 Oktober 2017 , , , , ,

0 komentar for "Ini Kenyataan Pengelolaan Museum di Sulut yang Diungkap Wagub"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional