Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Bor Air Bersih dan Pengadaan Listrik di Sulut Target Gubernur Olly dan Menteri Jonan

Minut, detiKawanua.com - Kehadiran Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan di Desa Warisan Kampung Baru Kalawat - Minahasa Utara pada Sabtu (21/10) yang didampingi Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dalam rangka pengresmian 5 sumur bor untuk kebutuhan masyarakat di desa tersebut yang diketahui mengalami kesulitan air bersih.
Jonan dalam sambutannya mengatakan, sumber daya air tanah merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang harus disyukuri dan manfaatkan karena itu bagian yang cukup penting dalam menunjang aktivitas kehidupan sehari-hari bagi mahkluk hidup.

"Perlu dilakukan upaya oleh pemerintah dalam rangka untuk memanfaatkan sumber air tanah melalui eksplorasi dan pembangunan sumur bor air tanah yang secara hidrogeologis masih memungkinkan dijumpai kandungan air tanah dalam jumlah cukup memadai," ujar Jonan.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa pembangunan sumur bor air tanah beserta fasilitas untuk wilayah Povinsi Sulawesi Utara sudah Kementerian ESDM sejak tahun 2007 hingga tahun 2017 ini dengan jumlah 28 sumur bor yang tersebar disejumlah kabupaten/kota di Sulut.

"Sekarang ada 5 buah sumur bor yang tersebar di Kabupaten Minahasa Utara yakni di Desa Warisa Kampung Baru, Kecamatan Talawaan, buah sumur bor, Desa Maen Kecamatan Likupang 1 buah. Adapula sumur bor di Desa Teling Kecamatan Tombariri-Minahasa itu 1 sumur, Desa Pinapalangkow Kecamatan Suluun Tareran-Minahasa Selatan dan Kelurahan Lirang Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung 1 sumur bor," jelasnya.

Jonan pula menambahkan untuk Sulawesi Utara masih terdapat beberapa lokasi yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

"Sehingga pada tahun 2018 nanti, melalui Kemanterian ESDM akan mengalokasikan 8 sumur bor untuk program kegiatan pengeboran air tanah di wilayah yang mempunyai potensi dilakukannya pengembangan pemanfaatan air tanah sesuai dengan kondisi geologi," janji Menteri.

Sementara itu melalui Gubernur Olly Dondokambey mengatakan atas nama pemerintah provinsi dan masyarakat Sulawesi Utara memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian ESDM  atas bantuan berupa 5 buah sumur bor bagi masyarakat.

"Hal ini merupakan bentuk kepedulian dari pemerintah pusat bagi kemajuan pembangunan daerah dan masyarakat di daerah Sulawesi Utara. Adanya peningkatan jumlah penduduk dan intensitas kegiatan ekonomi yang tidak diimbangi dengan ketersediaan air yang memadai serta masih terjadinya pembukaan lahan guna keperluan perluasan daerah pertanian, perkebunan, pemukiman dan industri juga kurangnya pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan konseptual, masih menjadi bagian dari dinamika bersama," ujar Gubernur.

Lanjutnya bahwa, di daerah Sulut masih banyak yang kesulitan mendapatkan air termasuk di daerah kepulauan. Sehingga, kebutuhan sumur bor tersebut memang sangat dibutuhkan.

"Selain itu juga pengembangan ketenagalistrikan, pengadaan PLTS itu terpusat di 28 desa yang belum berlistrik, serta perluasan jaringan listrik di desa-desa yang sedang berkembang. PLN tetap menjaga keandalan sistim tenaga listrik agar terhindar dari pemadaman. Adanya pembangunan PLTS Rooftop di kantor dinas ESDM Provinsi Sulawesi Utara sebagai pilot project di kantor pemerintah provinsi, begitu pula dengan pembangunan SPBU Compact untuk kecamatan terpencil di Nusa Utara (kepulauan) juga dengan melanjutkan program LCMT di KEK Bitung," tutup Gubernur.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI Bara  Hasibuan, Anggota DPD RI, Marhany Pua, Wakil Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar, Sekda Minahasa Utara Jemmy kuhu, Plt Kepala Badan Geologi Rida Mulyana, Sekertaris ESDM Provinsi Sulut, Maindoka beserta para tokoh Masyarakat Desa Warisa. (tim)

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 22 Oktober 2017 , , , ,

0 komentar for "Bor Air Bersih dan Pengadaan Listrik di Sulut Target Gubernur Olly dan Menteri Jonan"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional