Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

'Politik Adalah Panglima', Kandouw Ketua AIPI Janji Kontribusi Positif Bagi Sulut

Manado, detiKawanua.com - Resmi dilantik sebagai Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Manado (wilayah se-Sulut) bersama jajaran pengurusnya, Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw dalam sambutannya selain mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan AIPI pusat, juga mempunyai harapan kedepan pengurus AIPI di Sulawesi Utara bisa memberikan kontribusi positif terhadap segala aspek yang ada.

"Mengutip bahasa 'Politik adalah panglima walaupun tidak ada pangkat tapi ia adalah panglima'. Sekarang ini harus diakui politik itu sering dipakai sebagai alat. Sementara politik secara substansial (arti sebenarnya) masih jauh panggang dari api, seluruh penyelanggara dan stakeholder politik mohon maaf baik yang di legislatif maupun yang lain, dapat saya sampaikan masih sangat kurang menerapkan apa yang namanya substansi politik," terang Kandouw dihadapan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, Ketua AIPI Pusat, Alfitra Salam, Dewan Pakar Ilmu Politik, SH. Sarundajang, di Hotel Peninsula Manado, Jumat (15/09) siang tadi dikegiatan Seminar Nasional Undang-Undang Pemilu Tahun 2017 dan Dinamika Politik Lokal yang dirangkaikan dengan pengurus cabang AIPI Manado.

Disinggungnya juga bahwa lebih sering politik digunakan untuk sasaran-sasaran jangka pendek, pragmatis, mahabaladestruktif, maka itu dengan adanya AIPI ini dibawah kepemimpinanya di Sulawesi Utara, mengajak berkontribusi postif agar menghasilkan aura-aura positif.

"Dalam susunan pengurus ini saya lihat lengkap semua, ada pemerhati, 'nabi-nabi' politik di Sulawesi Utara (ada SH. Sarundajang dan Prof. Ishak), mudah-mudahan ini bisa memberikan panduan dan roadmap bagi kita semua" ujarnya sembari menambahkan disamping itu juga ada dewan pengawas.

"Untuk itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, janji kami akan memberikan kontribusi positif terhadap dunia politik dalam aspek keilmuan yang ada di Sulawesi Utara," tandas Kandouw.

Sementara itu Gubernur Olly dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi Ketua AIPI pusat yang sudah memilih mempercayakan Wakil Gubernur sebagai ketua.

"Artinya kepercayaan kepada Provinsi Sulawesi Utara karena mendapat kepercayaan dari AIPI pusat. Kita tau persis AIPI ini bagaimana mencermati persoalan politik, sebagaimana yang dikatakan pak Wagub bahwa 'politik itu adalah panglima'. Memang kita tahu persis bahwa kebijakan apapun di negara kita dan dunia itu semua adalah keputusan politik," kata Olly, sembari mengatakan bahwa dirinya pernah membaca tulisan penyair Jerman bahwa 'buta politik adalah bodoh' karena tidak sadar (dicontohkan) dengan kenaikan harga barang mahal, kebutuhan bahan pokok langka, dan semua kebutuhan di dunia itu akibat dari keputusan politik.

Dirinya juga mengingatkan tugas dari AIPI kedepan bahwa bagaimana memberikan kesadaran masyarakat khususnya di Sulawesi Utara untuk benar-benar memahami akan politik.

"Kalau mau belajar ilmu politik itu (orang bilang) ilmu paling asik, karena disitu ada seni-nya. Banyak hal yang bisa kita lihat dari ilmu politik, kita bisa pelajari dan mengimplementasikan dalam kehidupan kita, di negara yang tentunya di Sulawesi Utara," tandas Gubernur yang menambahkan ungkapan terima kasih karena kegiatan-kegiatan seperti ini bisa berlangsung di Sulawesi Utara. 

Adapun dari sambutan Ketua AIPI pusat, Alfitra berharap bahwa kiranya selain bisa mengkritisi pemerintah daerah, juga bermitra dengan melakukan inovasi-inovasi dan kreatifitas politik yang terntunya bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Saya yakin pak Wagub sebagai Ketua AIPI yang baru, beliau juga merupakan sarjana ilmu politik di Universitas Indonesia (UI) nantinya kedepan akan banyak menghadapi beban yang cukup besar, yang pertama karena intensitas politik di Manado/Sulut cukup tinggi, dari catatan komisioner penyelenggara Pemilu pada tahun 2015 lalu itu Sulut masuk rengking 5 dalam laporan pengaduan terhadap pelanggaran etik se-Indonesia. Oleh karena itu kami berharap kepada teman-teman pengurus AIPI untuk tetap melakukan evaluasi-evaluasi, perubahan tentunya masyarakat kita akan lebih baik lagi dalam bidang politik," kata Alfira.

Dirinya juga berharap kepada ketua yang baru (Wagub) agar kolaborasi sekarang ini bisa menimbulkan dampak positif dalam perkembangan ilmu politik.

"Untuk itu juga kami meminta kepada pak ketua agar dapat membuka ranting/cabang di kampus-kampus dengan catatan demi pengembangan ilmu politik," terangnya.

Adapun pada kesempatan itu juga melalui Gubernur Olly melakukan pemukulan Tetengkoren sebagai tanda pembukaan acara seminar sekaligus pelantikan pengurus AIPI Cabang Manado. Hadir pula, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw beserta para jajaran pengurus AIPI Manado beserta Forkopimda Sulut beserta sejumah Bupati Walikota. Adapun untuk jabatan Sekertaris dan Bendahara Umum (Bendum) dalam AIPI cabang Manado yakni Ardiles Mewoh (Sek) dan Clay J Dondokambey (Bendum).

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 15 September 2017 , ,

0 komentar for "'Politik Adalah Panglima', Kandouw Ketua AIPI Janji Kontribusi Positif Bagi Sulut"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional