Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Bersama DKP Sulut, Warga Kaget Ada Wartawan Mau Jadi 'Tukang' Sampah

Manado, detiKawanua.com - Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) yang merupakan organisasi pewarta dan bertugas melakukan peliputan di lingkup pemerintahan provinsi (Pemprov) Sulut, pada Jumat baru-baru bersama Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Sulut dan instansi lainnya telah melaksanakan kegiatan atau aksi nyata bersih-bersih pantai dan muara di wilayah Kelurahan Bahu Manado. Aksi ini juga tak luput dari perhatian warga setempat yang sejak pagi menyaksikan kegiatan tersebut, Roni (45) ketika dirinya ingin membersihkan dan memindahkan perahunya pun mengungkapkan bahwa dia mengira sekelompok orang (Wartawan) itu adalah instansi/dinas perintahan, namun ternyata adalah wartawan.

"Baru kali ini saya lihat ada wartawan mau angkat-angkat sampah disungai. Biasanya kan wartawan tugasnya hanya meliput berita dan itu dikantor-kantor atau ditempat lain (selain sungai,red) kecuali ada kejadian di sungai atau pantai baru datang meliput, terus pulang," ungkapnya dengan nada canda, sembari mengungkapkan bahwa kegiatan pemerintah seperti ini sangat baik dan efeknya bisa baik juga bagi para nelayan karena pantai/laut selain bersih dan terjaga keindahan, juga pasti ikannya aman dari ancaman pencemaran.

Sementara itu Koordinator wartawan yang tergabung dalam wadah yang dinamai JIPS (Jurnalis Independen Pemprov Sulut), Rolf Lumintang melalui pelaksana kegiatan Alfa J Liando mengatakan, kegiatan atau aksi ini, adalah bentuk kepedulian insan pers terhadap lingkungan.

"Kami berharap dengan aksi dari wartawan ini akan menjadi corong kepada seluruh komponen masyarakat serta pemerintah untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampa sembarangan," ungkap Liando, yang diiyakan rekan seprofesinya Steven Semen.

Menurut Liando aksi tersebut sejalan dengan slogan Pemerintah Provinsi Sulut, Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw yakni Torang Samua Ciptaan Tuhan, dimana slogan ini mengandung makna untuk menjaga hubungan dengan sesama manusia juga dengan alam.

"Akibat tidak menjaga alam sekarang sering terjadi bencana. Saya beri contoh Kota Tomohon, Sonder yang tidak perna mengalami banjir, baru-baru ini bisa banjir. Bitung juga mengalami longsor dan banjir. Karena itu menjaga lingkungan hal yang perlu diingat-ingatkan terus untuk kelangsungan hidup kedepan yang baik," tutup Alfa.

Kegiatan tersebut juga terselenggara berkat kerjasama JIPS dengan DKP (Dinas Kelautan Perikanan) Provinsi Sulut dan melibatkan SKPD lingkup Pemprov Sulut, Pemkot Manado, serta swasta. Diketahui untuk pelaksanaan bersih-bersih pantai itu terdapat 6 titik yang berlokasi di Kota Manado, diantaranya, Muara Sungai Malalayang, Muara Sungai Pantai Bahu dimana ada dua titik, Jembatan dan di Big Fish, selanjutnya Muara Sungai Sario, Sekitar Jembatan Sindulang, dan Muara Sungai Tumumpa. (tim)

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 24 September 2017 , ,

0 komentar for "Bersama DKP Sulut, Warga Kaget Ada Wartawan Mau Jadi 'Tukang' Sampah"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional