Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Petinggi Minut 'Tersandera' Kasus Pemecah Ombak Likupang

Talud Pemecah Ombak di Desa Likupang Timur, insert: Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Manado, detiKawanua.com - Jelang penetepan tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi proyek pembangunan talud pemecah ombak di Desa Likupang Timur oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut), posisi petinggi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) ikut tersandera.

Pasalnya, saat sejumlah wartawan dan pelapor utama berbandrol Rp 15 miliar tersebut yakni Ketua LSM MJKS Stenly Towoliu, melakukan klarifikasi langsung di Kejati Sulut, pihak kejaksaan berdalih bahwa kasus ini semua akan terungkap di meja hijau nanti.

"Belum bisa saya jawab, sebab pertanyaan ini sudah masuk pokok perkara. Karena sudah masuk pokok perkara, semua bakal terungkap di meja hijau. Yang jelas, pekan ini sudah akan ada tersangkanya, dan kami sudah mengantongi beberapa nama sebagai tersangka," kelit Kasi Penyidikan (Kasi Dik) Kejati Sulut Lukman Effendy di ruang kerjanya, Selasa (22/08), saat menjawab sejumlah pertanyaan Ketua LSM MJKS, di antaranya: "Apakah Bupati Minut masuk dalam daftar nama bakal calon tersangka?"


Pelak jawaban ini mengundang reaksi lain dari Towoliu. Menurutnya jika ini sudah masih pokok perkara, berarti dugaan keterlibatan Bupati semakin jelas. "Kalau pertanyaan ini masuk pokok perkara berarti substansi dari laporan kami sudah mengena," tegas Towoliu.

Kembali jawaban yang sama dikemukakannya. Dan sambil tersenyum, Effendy mengatakan, bahwa perkara korupsi tidak berdiri sendiri. "Korupsi itu bukan hanya seorang, korupsi itu selalu bersama-sama. Sehingga setiap pelaku korupsi akan mendapat ganjarannya sesuai perannya masing-masing. Dalam korupsi itu, ada yang namanya turut serta melakukan, memberikan perintah, memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi," terangnya.

Usai bertemu dengan Kasi Dik, kepada insan pers Towoliu mengatakan, seyogyanya penyidik Kejati menetapkan tersangka orang yang benar-benar menikmati uang haram dari hasil korupsi itu. "Saya berharap yang dijadikan tersangka adalah orang yang menikmati uang haram tersebut, pun terkait peran serta individu sudah jelas bahwa proposal ke BNPB pusat untuk bantuan dana DSP sepengetahuan petinggi Minut," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui dari hasil pemeriksaan saksi oleh penyidik Pidsus Kejati Sulut, sudah ada pengakuan dari beberapa saksi bahwa ada uang senilai Rp 9 miliar yang mengalir ke kantong oknum Petinggi Minut. (tim/vkg)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Selasa, 22 Agustus 2017 , , , , ,

0 komentar for "Petinggi Minut 'Tersandera' Kasus Pemecah Ombak Likupang"

BERITA TERBARU

MITRA

TALAUD

KOTAMOBAGU

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional