Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau

Ini Sajak Pasar Aif Darea di 'From Pasar Bersehati For Indonesia Merdeka'

Manado, detiKawanua.com - Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-72, DPD Purna Pasukan Utama (Pasma) Kirab Remaja Nasional (KRN) Sulawesi Utara dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado menggelar 'Baca Puisi Perjuangan', di pelataran parkir Pasar Bersehati Manado, Minggu (19/08).


Kegiatan yang mengangkat tema 'From Pasar Bersehati For Indonesia Merdeka' ini, menampilkan penyair-penyair ternama Sulawesi Utara, di antaranya: Kamajaya Al Katuuk, Amato Assagaf, Iverdixon Tinungki, Jamal Rahman Iroth, Jendri Koraah, Rahadi Gedoan, Aldes Sambalao, dan Alfrets Oroh, serta pembacaan puisi sejumlah tokoh pemuda Sulut di antaranya, Steven Voges, wartawan yang diwakili oleh Sekretaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Manado Simon Siagian, bahkan pedagang Pasar Bersehati dan Pasar Pinasungkulan.


Dari sekian banyak puisi, yang 'menarik perhatian' adalah puisi yang dibacakan Syarif Darea. Aktivis yang biasa disapa Aif ini, ikut menyoroti 'konflik' yang terjadi antara Direksi PD Pasar Manado dan beberapa pedagang, yang lagi ramai belakangan ini.

"Oooohhh Tuan Direksi, ... // Di hati dan mulutmu, kau tasbihkan kebijakan. // Ketika harga perdi lebih pidis dari harga rica. // Tomat tomat bukan amunisi aksi // Sebab megaphone punya batere baru, // Kecuali orasi Noho tak lagi laris // Seperti tas cica 500 perak. //," tuturnya dalam kegiatan yang turut dimeriahkan Lomba Goyang Balon oleh pedagang dan anak-anak yang tinggal di seputaran Pasar Bersehati. (vkg)


Berikut Petikan 'Sajak Pasar'-nya Syarif 'Aif' Darea yang dikutip dari akun facebooknya:

Maklumat yg kupaksakan sebagai puisi.
Dibacakan malam ini di pasar Bersehati.

Catatan ini kugores di samping Bang Iver dan Ka Amato.
Diantara petuah petuah bang Kama.

Dibawah kolong beton Soekarno...
Ditengah bau anyir fresko ikang mantah ..

Sajak Pasar.
Di Bersehati, sepanjang itu Torang bera sesuka hati...
Kotoran kotoran tai busuk,
Tai yang dia bilang po'ongo
Tai yang dia bilang Cabu undi tar bale'..
Tai yang dia bilang pungli
Tai yang Torang bilang korupsi.

Kita lalu bergegas menyusun formasi di kakus kakus nomor 8, nomor 14,
nomor nomor kamuflase untuk deklarasikan hanggar baru.

Hanggar adalah kerangkeng kerangkeng penataan. Yang jangan jangan,
ingin piatukan Gedung tua rongsok yang kini lebih nyaman sebagai
gantungan celana dalam...

Oooohhh Tuan Direksi, ...
Di hati dan mulutmu, kau tasbihkan kebijakan.
Ketika harga perdi lebih pidis dari harga rica.

Tomat tomat bukan amunisi aksi
Sebab megaphone punya batere baru,
Kecuali orasi Noho tak lagi laris
Seperti tas cica 500 perak.

Aihhhh, namun ada cerita ketika Pak Dirum harus rayakan malam Natal
bersama sampah sampah Bersehati.

Tapi demi Tuhan...
Rahayu dan Ulva, sungguh harusnya kekasih kebijakan ...
Dari panggung ini kita proklamasi kan
Lawan !, Lawan !

Mereka punya mall, kita punya pasar
Mereka punya modal, kita punya rakyat
Mereka punya kekuasaan, kita punya kreatifitas.
Kita akan lawan bersama !!!.

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 20 Agustus 2017 , ,

0 komentar for "Ini Sajak Pasar Aif Darea di 'From Pasar Bersehati For Indonesia Merdeka'"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional