Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Beri Kuliah Umum di Konven Pelsus Wanita GMIM, Pangdam: Mari Wujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang

Pangdam XIII/Mdk Mayjen TNI Ganip Warsito Se, M.M tengah memberikan kuliah umum.

Manado, detiKawanua.com - Pangdam XIII/Mdk Mayjen TNI Ganip Warsito SE MM memberi kuliah umum di depan sekitar 1500 orang peserta Konven Pelayan Khusus (Pelsus) Wanita Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) di Gereja GMIM Kinamang Kaiwatu, Kairagi Dua, Kota Manado, Sabtu (12/08).

Dalam kuliah umumnya, Pangdam Warsito menyampaikan, jika kita mau jadi bangsa pemenang dalam kompetisi global, maka kita juga harus sadar bahwa berbagai potensi ancaman yang saat ini membelit Indonesia, mulai dari aspek penduduk, energi, tanah, migrasi, terorisme dan radikalisme, serta medsos; telah dan sedang terlibat dalam berbagai kejadian di dalam negeri, yang tentunya mengancam eksistensi NKRI.

Karena menurut Pangdam, banyak yang belum sadar kalau medsos, di samping berbagai manfaat jika bijak menggunakannya, juga telah menjadi wahana untuk memecah belah bangsa. Melalui medsos berbagai peristiwa dapat digiring menjadi isu SARA. Di mana-mana, penistaan adalah pelanggaran hukum. Tapi di Indonesia, melalui medsos, kasus pidana dapat digiring menjadi isu SARA. Sejarah membuktikan bahwa isu sara adalah salah satu penyebab pecahnya suatu negara.

"Alm Prof Sayogya, Tokoh Sosiologi Indonesia, guru besar yang juga mantan Rektor IPB Bogor, pernah menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah dijajah oleh medsos. Namun herannya, yang dijajah tidak merasa dijajah, bahkan rela mengeluarkan uang untuk penjajah. Faktanya, sudah beberapa kali medsos mengguncang kondisi sosial dan ekonomi Indonesia. Hal ini tentunya mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," papar jenderal bintang dua ini.

"Selain SARA, kekayaan alam kita juga potensial menjadi pemecah kesatuan NKRI. Presiden Soekarno pernah berkata: 'Kekayaan alam Indonesia ini suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara di dunia'. Demikian juga halnya dengan penyataan Presiden Jokowi: 'Kekayaan sumber daya alam Indonesia ini justru dapat menjadi petaka buat kita, jika kita tidak bisa mengelolanya'. Pernyataan kedua negarawan ini tentunya harus membuat kita semua waspada!," jelasnya.

Lanjut Pangdam, untuk mencegah hal itu tidak terjadi, kita semua harus sepakat bahwa Indonesia adalah milik kita semua. Negara ini bukan milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu suku, bukan milik suatu golongan adat, tapi milik kita semua, dari Sabang sampai Merauke. Sebab para Founding Fathers bangsa kita, juga sudah sepakat bahwa Pancasila adalah ideologi kita, pandangan hidup bangsa kita, budaya kita, dan falsafah hidup bangsa Indonesia.

"Kita semua wajib sepakat, bahwa BILA TIDAK ADA ISLAM, MAKA ITU BUKAN INDONESIA; BILA TIDAK ADA KRISTEN, MAKA ITU JUGA BUKAN INDONESIA; BILA TIDAK ADA KATOLIK, TETAP BUKAN INDONESIA; BILA TIDAK ADA HINDU, BUKAN INDONESIA; BILA TIDAK ADA BUDHA, BUKAN INDONESIA; DAN BILA TIDAK ADA KONGHUCU, MAKA ITU JUGA BUKAN INDONESIA," tegasnya.

Selanjutnya Pangdam berpesan pada peserta Konven Pelsus Wanita, tirulah RA Kartini, Cut Nyak Dien, dan Walanda Maramis. Ketiga tokoh nasional ini, merupakan wanita-wanita yang sangat luar biasa kiprahnya bagi wanita dan bangsa Indonesia

"Kemerdekaan RI adalah andil dari seluruh komponen bangsa, termasuk di dalamnya kaum wanita. TNI hanyalah salah satu bagiannya, sehingga tanpa dukungan dari seluruh elemen bangsa, TNI bukanlah apa-apa. Kita bisa membangun dan menjadi bangsa pemenang jika kita semua bersatu. Mari kita sama-sama menjaga dan berupaya agar NKRI tetap utuh dan kokoh. Mari kita sama-sama mencegah provokasi dan adu domba, mari kita sama-sama mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menghilangkan sentimen SARA., mari kita sama-sama saling mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar," pesannya.

Oleh karena itu, lanjut pangdam, jadilah seorang wanita hebat untuk bangsa yang anda kasihi. Dukunglah suami, tunjukkan bahwa dengan keikhlasan dan dukungan yang kuat, maka kaum pria sanggup menghadapi kerasnya persaingan dalam kehidupan ini. "Mari kita jadikan Komisi Pelayanan Wanita Kaum Ibu GMIM ini sebagai penjuru di dalam ketaatan terhadap agama, dan cinta terhadap tanah air. Bersama-sama TNI dan komponen bangsa lainnya, mari jaga persatuan dan kesatuan NKRI," imbau pangdam.

Di akhir penyajiannya, Pangdam Warsito mengucapkan terima kasih kepada Ketua Sinoed GMIM, Komisi Pelayan WK/I  GMIM, dan Panitian Konven Pelsus Wanita GMIM yang telah berupaya keras meningkatkan SDM wanita GMIM agar dapat bersaing memenangkan kompetisi global. "Teruslah mengabdi demi kemaslahatan bangsa dan NKRI. Selamat melaksanakan Konven Pelsus Wanita GMIM. Dan mari kita sama-sama mewujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Sinode GMIM  Pdt Dr Henny Sumakul, Ketua Panitia Konven Pelsus Wanita se-Sinode GMIM yang juga Wakil Walikota Tomohon Serly Adelyn Somputan, Sintel Kasdam XIII/Mdk, Asops Kasdam XIII/Mdk, Aster Kasdam XIII/Mdk, Kapendam XIII/Mdk, Kabintaldam XIII/Mdk. (vkg)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 13 Agustus 2017 , ,

0 komentar for "Beri Kuliah Umum di Konven Pelsus Wanita GMIM, Pangdam: Mari Wujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional