Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Keberangkatan Kapal dari Talaud Ditunda

Kapal Holly Marry ditunda keberangkatannya akibat cuaca ekstrim.

Talaud, detiKawanua.com
- BMKG telah mengeluarkan rekomendasi peringatan dini waspada gelombang laut 1,25 sampai 2,5 Meter (Moderate Sea State) yang berpeluang terjadi di wilayah Kepulauan Talaud . Kemudian, peringatan dini cuaca ekstrim tanggal 20 Juli 2017 berpotensi terjadi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang.

Hal ini berdampak pada ditundanya keberangkatan Kapal Penumpang KM Holly Mary dari Talaud ke Manado yang sedianya dijadwalkan malam ini pada pukul 21.00 WITA atau jam 9 malam.

Hal ini disampaikan agen PT. AGRA MARISETIA LINES, perusahan pemilik KM. HOLLY MARRY di Melonguane, Ane Tumbio Kamis (20/07) sore.

"Iya, sehubungan cuaca cukup ekstrim di perairan kepulauan Talaud, maka kapal yang sedianya diberangkatkan malam nanti pada pukul 21.00 WITA atau jam 9 malam ditunda keberangkatanya pada besok hari pukul 03.00 WITA atau jam 3 dini hari," jelas Tumbio.

Menanggapi informasi BMKG terkait peringatan dini cuaca ekstrim dan rekomendasi tinggi gelombang, Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga mengimbau kepada masyarakat untuk tanggap dan waspada bencana serta mengurangi aktifitas, khususnya melaut.

"Kepada masyarakat yang berprofesi nelayan atau penangkap ikan diharapkan jangan dulu melaut. Utamakanlah keselamatan anda. Warga yang tinggal di pesisir pantai juga harus memperhatikan dan waspada air pasang dan gelombang," pesan Kepala BPBD, Nelson Udang di ruang kerjanya.

Selain warga di pesisir pantai. Udang juga mengingatkan warga yang ada di daerah aliran sungai dan rawan longsor untuk awas terhadap bencana seperti banjir dan tanah longsor. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 20 Juli 2017 , ,

0 komentar for "Keberangkatan Kapal dari Talaud Ditunda"

BERITA TERBARU

MITRA

TALAUD

KOTAMOBAGU

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional