Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Ungkapan Hati Orang Tua Untuk Abigail, Anak Pejabat Juga Manusia Ada Sisi Baik dan Rugi Berlaku

Sulut, detiKawanua.com - Sebagai orang tua memiliki sifat alamiah dalam merasa bersyukur, memberi suport serta mendoakan anak-anaknya dalam keadaan sehat. Hal tersebut diungkapkan dr Kartika Devi Kandouw Tanos (Kepala Biro Kesra Setdaprov Sulut,red) dalam hal ini selaku orang tua murid dari Abigail Tatiana Kandouw yang merupakan anak kedua bersama sang suami tercinta Steven O.E Kandouw (Wakil Gubernur Sulut,red). Adapun kepada wartawan, dr Devi (Sapaan akrab isteri tercinta Wagub Sulut itu,red) merasa kaget atas prestasi sang anak (Abigail,red) yang pada Rabu (31/05) telah menerima hasil Ujian Nasional Pensil Kertas (UNPK) dan namanya (Abigail,red) ketika dibacakan dimuka jajaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kota serta ratusan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP/MTs itu masuk dalam urutan rangking ke 4 dari 10 besar nilai tertinggi 367,50 di UNPK tingkat Provinsi Sulawesi Utara untuk SMP/MTs yang kegiatan pengumuman hasil tersebut dibuka serta secara simbolis dirangkaikan penyerahan sertifikat penghargaan nilai, langsung oleh Wagub Kandouw kepada para Kepala Dinas di Aula Mapaluse Kantor Gubernur.

Lanjut Devi, saking kesibukannya sebagai Kepala Biro Setdaprov Sulut itu mengatakan bahwa kabar tentang anaknya itupun diketahuinya melalui informasi dari wartawan yang mengabarkannya. Namun, baginya perihal tersebut baginya adalah hal yang biasa karena, dengan prestasi anaknya itu merupakan hasil perjuangan anaknya sendiri yang telah dia petik selama menimbah ilmu di sekolahnya Manado Internasional School (MIS).

"Dirinya (Abigail,red) bersama teman-temannya selepas pulang sekolah itu sorenya mereka langsung sambung dengan kegiatan pengayaan bahkan terkadang sampai tengah malam. Tidak hanya itu juga, pengayaan itu bahkan sepekan full sampai hari Minggu. Tapi kalau hari Minggu dilakukan sore hari selepas kegiatan Ibadah," terang Devi.

Terkadang menurutnya, Abigail sering juga keluar kata-kata keluhan karena rasa lelah yang dialaminya dan fokus terhadap pelajaran sekolah.

"Oleh karena itu juga sempat kami (para orang tua murid,red) adakan protes kepada pihak sekolah (MIS) karena melihat keadaan anak-anak yang terlihat sudah tidak ada jam untuk bersantai bahkan pada hari Minggu juga," ungkapnya.

Adapun ketika ditanyakan wartawan, apakah dengan masuknya sang anak (Abigail,red) dalam peringkat 4 dari 10 besar nilai tertinggi itu bisa menimbulkan wacana lain/polemik dari luar karena Abigail merupakan anak seorang pejabat tinggi di Pemerintahan Sulawesi Utara? Jawaban Devi pun singkat, tegas dan padat bahwa, selalu dirinya mengingatkan kepada sang anak bahwa sebagai anak seorang pejabat itu ada untung dan ruginya.

"Anak pejabat juga manusia biasa tidak ada sesuatu yang spesial dalam melaksanakan ujian. Ya, untungnya ada yaitu dia (Abigail) bisa sukses dengan hasilnya sendiri dan membuat orang tua bangga. Namun sisi ruginya, menjadi sorotan publik dan anak pejabat juga tidak gampang tidak ada spesial sama semua seperti anak yang lain," jawab Devi sembari menambahkan selalu mengingatkan kepada ketiga anaknya untuk tidak berlebihan karena tidak selamanya orang tua itu dengan jabatannya yang sewaktu-waktu jika sudah tidak ada jabatan, mau jadi apa? Sehingga kemandirian dan prestasi sendirilah yang bisa tersisa untuk kedepan.

Disisi lain, menurut Devi bahwa terkadang dirinya memberlakukan jam malam bagi sang anak namun, tetap menjaga keakraban anak-anaknya bersama sang suami.

"Iya terkadang jadi agak ada sikap 'militer' juga sih. Tapi, jadikan juga mereka teman, namun jangan sampai juga bikin mereka 'congkak' nanti bisa besar kepala akhirnya jadi lain," ujarnya sembari tertawa khasnya yang akrab dan mengatakan pula bahwa secara pribadi juga dirinya lebih akrab kalau wartawan memanggilnya dr Devi dibanding dengan Ibu Wagub karena, dengan panggilan tersebut (dr Devi) bisa terasa lebih akrab.

Diketahui sosok sang anak Abigail Tatiana Kandouw merupakan Siswi SMP Manado Independent Scholl (MIS) Kolongan Minut itu berhasil meraih peringkat IV nilai tertinggi Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) se-Sulut dengan total nilai 367.50 (Bahasa Indonesia 86.00, Bahasa Inggris 94.00, Matematika 95.00, IPA 92.50) dari total 630 siswa-siswi SMP yang ikut UNKP. Sedangkan peringkat I atas nama Eleonora Soumury siswi SMP Providensia dengan total nilai 373.50 (Bahasa Indonesia 94.00, Bahasa Inggris 82,00, Matematika 100.00, IPA 97.50). Pada peringkat II siswa SMP MIS Kolongan Andrew C Jubintoro total 372.50 poin (Bahasa Indonesia 88.00, Bahasa Inggris 92.00, Matematika 97.50, IPA 95.00), sedangkan di peringkat III dengan total nilai 371.00 (Bahasa Indonesia 94.00, Bahasa Inggris 92.00, Matematika 92.50, IPA 92.50) atas nama Loysing R Ismanto juga dari SMP MIS Kolongan. Sedangkan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diikuti 70 siswa se-Sulut. Dimana pada peringkat I nilai tertinggi atas nama Vanness F Cierra dari SMP Dian Harapan dengan total nilai 371.00 (Bahasa Indonesia 90.00, Bahasa Inggris 96.00, Matematika 97.50, IPA 87.50), siswa SMP Negeri I Novran A Utomo menduduki peringkat II dengan nilai 367.50 (Bahasa Indonesia 92.00, Bahasa Inggris 88.00, Matematika 97.50, IPA 90.00), serta dengan total 361.50 (Bahasa Indonesia 92.00, Bahasa Inggris 92.00, Matematika 85.00, IPA 92.50) siswi SMP Kr Eben Haezer 1 Vica D Mantiri menempati posisi ke III.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 01 Juni 2017 ,

0 komentar for "Ungkapan Hati Orang Tua Untuk Abigail, Anak Pejabat Juga Manusia Ada Sisi Baik dan Rugi Berlaku"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional