Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Polemik Penerapan FDS di Talaud, Potoboda: Kami Akan Laksanakan Program Sesuai Ketentuan Tetapi Perlu Dievaluasi

Sekretaris Disdikpora Talaud, Juldriko Potoboda

Talaud, detiKawanua.com
- Tidak hanya di wilayah lain, rencana penerapan Full Day School (FDS) atau lima hari sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada awal tahun pelajaran 2017/2018 ini, juga menuai pro dan kontra dari sejumlah kalangan di Kabupaten Kepulauan Talaud, wilayah perbatasan Indonesia dengan Filipina.

Donal, salah satu orang tua siswa mengatakan, penerapan program Kemendikbud, sangat mempengaruhi waktu bermain, keamanan anak didik, dan mata pencaharian orang tua itu sendiri.

"5 hari sekolah, kong 8 jam pelajaran akan menyita waktu bermain anak di usia mereka yang butuh bersosialiasi dan berinteraksi dengan rekan mereka. Baru, kalo pulang jam 4 sore, kong bajalan kaki ke rumah sandiri dapat mengganggu keselamatan siswa. Di Talaud banyak sekolah yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Bagi torang petani, biasanya anak pulang sekolah sering bantu-bantu. Kalo rupa ini, pasti so nda mo dapa baku bantu, dorang paling so lalah pulang dari sekolah sore," keluhnya.

Hal berbeda disampaikan, Saraswati orang tua lain. Menurutnya, penerapan program ini sangat cocok bagi orang tua yang berprofesi pekerja kantoran.

"Kalo kita sebagai orang tua, apalagi ja pigi di kantor. Alangkah baiknya Full Day School diterapkan di sekolah. Sehingga, anak-anak bisa dipantau guru. Karena, di rumah nda ada orang. Kita ke kantor, paitua ke kantor nda ada yang jaga anak," kata Saraswati.

Menanggapi polemik ini, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) DR Imen D Manapode melalui Sekretaris Dinas Juldriko Potoboda mengungkapkan, selaku bagian dari birokrasi pihaknya akan mengikuti ketentuan yang ada. Namun dalam pelaksanaan program tentunya akan dievaluasi.

"Selaku jajaran pendidikan, ya katakanlah melaksanakan apa yang menjadi petunjuk. Tetapi pada dasarnya, dari setiap program yang dilakukan harus ada evaluasi, entah ini menguntungkan atau merugikan. Bagi orang tua yang dua-duanya orang karir memang ada untung besar karena tidak lagi terpecah belah memikirkan apakah anak sudah berada di rumah atau tidak. Di sisi lain, orang tua petani masih butuh bantuan anak, biar cuma ba jaga depe ade (adiknya)," ujar Potoboda, Jumat (16/06) di ruang kerjanya. (RhojakFM)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 16 Juni 2017 , ,

0 komentar for "Polemik Penerapan FDS di Talaud, Potoboda: Kami Akan Laksanakan Program Sesuai Ketentuan Tetapi Perlu Dievaluasi"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional