Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

MSDE -LTSC 2017 di Sulut, Australia Indonesia Siap Amankan Ancaman Laut


Manado, detiKawanua.com
- Kembali menjadi tuan rumah kegiatan Internasional, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kali ini menghadirkan 20 negara Coast Guard dalam kegiatan 8th Maritime Security Deskstop Exercise and Law of The Sea Course (LTSC) 2017, yang berlangsung di Hotel Arya Duta Manado, Senin (08/05).

Kegiatan yang dihadiri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, pihak Australian Border Force melalui Komandan Maritim Australia, Admiral Peter Laver, Kepala Bakamla RI Laut Indonesia, Laksadya TNI, Arie Soedewo, Kepala Bakamla RI Zona Maritim Tengah, Brigjen Pol. Bastomy Sanap yang juga selaku ketua panitia MSDE-8, merupakan kegiatan yang sudah berlangsung kedelapan kalinya dan hasil kerjasama antara Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI bersama pemerintah Australia melalui ABF.

Selaku tuan rumah dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara, Gubernur Olly dalam sambutannya selain ucapan selamat datang juga mengapresiasikan atas terselenggaranya kegiatan dari Bakamla RI dan Australia itu.

"Provinsi Sulawesi Utara seperti kita ketahui bersama letak kondisinya dilalui dua laut Internasional baik tengah maupun timur, dan mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi berkat bagi kita semua khsusnya dalam penjagaan keamanan laut serta di sektor pariwisata," kata Gubernur.

Lanjutnya, dengan ditetapkan Sulawesi Utara sebaggai tuan rumah (kegiatan dimaksud,red), Sulut juga pada sebelum-sebelumnya sudah banyak melaksnankan kegiatan nasional hingga internasional.

"Kegiatan ini juga merupakan suatu kebanggaan tersendiri, dimana ini menjadi pembahasan penting bagi kedua belah pihak (Indonesia Australia) terutama dalam hal strategi antisipasi penyebaran narkoba melalui jalur laut apalagi dengan adanya modus operandi," terang Olly.

Terkait hal itu, Gubernur juga menyampaiakan para Jendral tersebut bahwa sebelumnya pada pekan lalu, melalui Presiden RI Joko Widodo telah membuka jalur pelayaaran baru antara Indonesia (Pelabuhan Bitung Sulawesi Utra,red) dan Philipina melalui kapal Ro-Ro yang diharapkannya, pada kesempatan itu pihak Bakamla mempunyai peran dalam hal tersebut.

"Ini menjadi harapan kami juga Bakamla Indonesia telah menjalin kerjasama dengan negara luar. Selanjutnya kami selaku pemerintah provinsi memberikan dukungan penuh atas kerja Bakamla Indonesia dan juga di Sulut," ungkapnya sembari menambahkan hal ini begitu bermanfaat dan juga penting sehingga program pemberantasan narkoba dari Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia bisa terwujud. Kiranya kegiatan ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan saya ucapkan selamat dan sukses.

Sementara itu Kepala Bakamla RI Laut Indonesia, Laksadya TNI, Arie Soedewo mengatakan, sebagaimana diketahui bersama bahwa negara-negara dikawasan Asia dan Australia dihadapkan dengan berbagai isu keamanan maritim seperti ilegal fishing, Armed Robbery, Ilegal Migrant, penyeludupan narkoba serta berbagai isu lainnya.

"Adanya kompleksitas yang tinggi pada isu-isu keamanan maritim tersebut, sehingga kerjasama antar kedua negara dalam menanggulangi isu-isu menjadi sebuah kebutuhan yang harus mampu diaktualisasikan. Tidak hanya dalam sebuah lembar perjanjian kerjasama saja namun secara nyata ditingkat operasional," jelas Arie.

Secara mendalam Arie juga mengatakan bahwa data World Drugs Report tahun 2016 lalu yang diterbitkan United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) menunjukan peningkatan pengedaran narkoba melalui jalur laut atau Shoutern Route, sehingga penanggulangan perdaran melalui laut menjadi penting.

"Oleh karena itu melalui kegiatan MSDE ke-8 ini diharapkan dapat ditemukan kerjasama teknis operasional berdasarkan ketentyan hukum internasional guna penanggulangannya," tandas Kabakamla RI.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 08 Mei 2017 , , , , , ,

0 komentar for "MSDE -LTSC 2017 di Sulut, Australia Indonesia Siap Amankan Ancaman Laut"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional