Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

May Day, Wagub Kaget Jawaban Buruh PD Pasar Manado Ini Gajinya Dipotong Tanpa Alasan

Foto: Wagub saat memberikan pertanyaan kepada John.

Manado, detiKawanua.com - Disela-sela peringatan Hari Buruh Internasional/May Day 1 Mei 2017 yang berlangsung di ruang Mapalus Kantor Gubernur, Senin (01/05) siang tadi, melalui Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw setelah usai memberikan sambutan pemerintah provinsi, memberikan pertanyaan door prize berhadiah handphone kepada sejumlah buruh yang hadir. Dan hingga memberikan pertanyaan ke dua pada seorang buruh yang bekerja di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado, John Pahade,  alangkah terkejutnya Wagub dengan respon ketika menanyakan gaji buruh tersebut mendapat potongan tanpa diketahui alasan yang jelas, sehingga Wagub pun langsung memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut (Erny Tumundo) untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

"Buruh (bekerja,red) dari mana ? Dan berapa gajinya. Ha? Kenapa begitu apa sebabnya?. Ibu Kadis, ini coba dikroscek kenapa bisa begitu," kata Wagub, yang kemudian melanjutkan pertanyaan ada berapa Kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara, kemudian setelah dijawab dengan benar,  Wagub menghadiahkan sebuah Handphone kepadanya.

Jhon yang usai itu ditemui dan diwawancarai detiKawanua.com, membenarkan bahwa dirinya yang sudah bekerja selama 7 tahun di perusahaan milik daerah itu (PD Pasar Manado), sudah sekitar 1 tahun ini menerima upah/gaji yang dipotong sebesar Rp 500 ribu tanpa mngetahui alasan/pemberitahuan dari perusahaannya.

"Gaji saya Rp. 2,650 juta (Dua Juta Enam Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dan tinggal terima Rp. 2,150 juta (Dua Juta Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah), sudah hampir satu tahun ini yang penyebabnya saya tidak tahu," ungkap pria anak tiga itu.

Ditanyakan wartawan kenapa bisa begitu (ada potongan,red) dan kenapa tidak mempertanyakan kepada pihak manajemen perusahaan tempat dia bekerja, dirinya menjawab penuh ragu bahwa tidak ada keberanian.

"Saya hanya bawahan saja, tidak berani menanyakan kepada pimpinan nanti saya bisa ditegur lagi," ungkap John, seraya menambahkan bahwa dirinya tidak mempermasaalahkan lagi soal itu dan merasa lega karena Wagub langsung yang menanyakan persoalan tersebut.

Adapun sebelumnya pada kegiatan yang diprakarsai Disnakertrans Sulut itu, Wagub mengatakan bahwa pada setiap tanggal 1 Mey ktu merupakan hari khusus dan libur para buruh 

"Tapi khusus untuk buruh adalah suatu kehormatan yang diberikan oleh Republik yang kita cintai ini hari buruh adalah hari libur. Ini menandakan bagaimana negara ini mengakui eksistensi buruh, mengakui bahwa buruh merupakan satu kompoten bangsa yang sangat vital, untuk itu harus diberi porsi dan tempat yang khusus," kata Kandouw.
Sementara itu, Kadisnakertrans provinsi Sulut Erny Tumundo mengatakan May Day sendiri di Sulut mengambil tema bahwa  May Day Is Happy Day.

"Disini kita semua ciptakan suasana keakraban dari pemerintah mendengar apa aspirasi para buruh serta secara bersama dengan tujuan ada sinergitas tripartit didalamnya antara pemerintah, buruh serta pengusaha," katanya.

Lanjutnya, tahun ini memang ada banyak tuntutan para buruh, lewat kegiatan saat ini, pihak pemprov telah membuka mimbar orasi bagi para buruh untuk menyampaikan aspirasinya.

"Pemprov akan mengakomodir semua aspirasi dari para buruh tentu dengan tidak mengurangi semua yang disampaikan. Sebagai pemerintah pihak kami akan mengevaluasi aspirasi para buruh," ungkap mantan  Kaban BP3A tersebut.
Peringatan May Day diruang Mapalus kantor Gubernur Sulut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Wakil TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw Tanos, Unsur Forkopimda, Kepala SKPD lingkup Pemprov Sulut, KSPI, SPN, KSBSI, SBSI serta para organisasi buruh lainnya.
(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Senin, 01 Mei 2017 , , ,

0 komentar for "May Day, Wagub Kaget Jawaban Buruh PD Pasar Manado Ini Gajinya Dipotong Tanpa Alasan"

BERITA TERBARU

MITRA

TALAUD

KOTAMOBAGU

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional