Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Masa Reses I Tahun 2017, DPRD Sulut Turun Ke Dapil Serap Aspirasi Warga

Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw saat mengadakan Reses.

Manado, detiKawanua.com - Masa Reses I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Anggota DPRD turun ke dapil untuk menyerap aspirasi warga. Kegiatan ini merupakan kewajiban para anggota DPRD untuk menjaring aspirasi masyarakat maupun mensosialisasikan kegiatan pembangunan dan aktifitas di lingkungan DPRD Sulut. Hal ini dilakukan oleh semua Anggota DPRD seperti Ketua DPRD Provinsi Sulut Andrei Angouw, Wakil ketua DPRD Wenny Lumentut, Anggota DPRD Provinsi Sulut Inggried Sondakh, Teddy Kumaat dan Amir Liputo.

Warga Kelurahan Mahakeret Barat, lingkungan IV kota Manado mengeluhkan soal pemadaman listrik dan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) oleh PLN yang tanpa disosialisasikan terlebih dahulu pada masyarakat.Hal tersebut disampaikan  oleh salah satu warga, Yoke Emor saat Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw melaksanakan reses pertama di  tahun 2017, Selasa (02/05) malam.“Kenaikkan harga listrik sudah sangat meresahkan warga. Bayangkan, dulunya kami hanya biasa bayar Rp100 ribu, tapi sekarang harus bayar sampai Rp 500 ribu,  dan ditambah lagi selalu terjadi pemadaman listrik sepihak oleh PLN," ungkap yoke.

Menanggapi keluhan warga, Politisi PDIP ini mengatakan PLN sekarang tidak ada masalah soal daya listrik, hanya saja bermasalah pada transmisi yang dalam tahap perbaikan.“PLN tidak ada kendala soal daya listrik, tetapi Yang bermasalah adalah transmisi dalam proses perbaikan. Kalu soal kenaikan listrik, meskipun  PLN merupakan instansi vertikal, tapi nanti kami konfirmasikan mengenai penyesuaian tarif listrik," jelas Agouw.

Anggota DPRD Sulut Sisca Mangindaan saat mengadakan Reses.

Sementara itu, Anggota Komisi IV  DPRD Sulut Sisca Mangindaan melaksanakan Reses I di tahun 2017  untuk menyerap aspirasi masyarakat bertempat di Kelurahan Bahu lingkungan II , Kecamatan Malalayang Kota Manado, Rabu (03/05) malam WITA. Dalam pertemuan tersebut, Royke Mamadoa yang mewakili pemuda kelurahan bahu meminta diupayakan pada legislator Sulut untuk bisa bekerja di Start Square yang tidak lama lagi akan segera di launching.

Menanggapi permintaan warga, sisca Mangindaan mengatakan  terkait Start Square nanti akan diupayakan untuk menyampaikan pada pihak manajemen Start Square, dan masalah Drainase akan disampaikan pada Walikota Manado.

Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut saat mengadakan Reses.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut turun ke Dapil (Daerah Pemilihan) untuk melaksanakan Reses di Desa Mokupa Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Selata yang di hadiri sekitar 700 perserta, Kamis (04/05) siang. Dalam kesempatan itu, Warga Mokupa mempertanyakan hotel MBH yang sudah tidak beroperasi lagi. Menurut warga jika MBH beroperasi lagi maka banyak warga terbantu dengan kehadiran hotel tersebut. Misalkan pasar buah di sepanjang jalan pastinya banyak pengunjung hotel akan membeli hasil perkebunan warga. Selain itu perekrutan tenaga kerja yang diutamakan adalah warga Mokupa yang punya keahlian dan keterampilan di bidang perhotelan dan pariwisata.

Anggota DPRD Sulut Teddy Kumaat saat mengadakan Reses.

Legislator Sulut Teddy Kumaat  juga megadakan reses I Tahun 2017 yeng bertempat  di Kelurahan Kairagi II Kota Manado, Rabu (03/05) Sore. Yang menarik dalam pertemuan reses tersebut, seorang Istri dari pekerja buruh bangunan mempertanyakan nasib suaminya karena sudah lama menganggur disebabkan pengusaha lebih memilih menggunakan tenaga dari pulau Jawa. "Suami saya Lebih sering menganggur dirumah, soalnya tenaganya jarang digunakan disebabkan para pengusaha atau kontraktor lebih memilih menggunakan jasa tenaga orang jawa," keluh istri dari  pekerja buruh bangunan.

Menanggapi curhat dari wanita tersebut, Teddy Kumaat yang merupakan Legislator Sulut dari PDI-P akan mendiskusikannya dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DisnakerTrans) Sulut untuk mencari jalan keluar terkait nasib buruh di daerah."Buruh dari luar daerah nanti kami sampaikan dan di diskusikan dengan DisnakerTrans bagaimana mencari jalan keluar terbaik atau solusi dari buruh lokal agar diupayakan lebih diprioritaskan karena ini harus menjadi perhatian kita bersama" jelas Kumaat. 

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut Amir Liputo saat mengadakan Reses.

Wakil Ketua Komisi III Amir Liputo saat turun reses, Warga Kelurahan Banjer kecamatan Tikala Kota Manado  meminta kejelasan terkait bantuan dana banjir yang hingga kini belum sampai ketangan mereka.Pernyataan tersebut disampaikan oleh Vonny Siwi yang merupakan warga Kelurahan Banjer saat menghadiri Reses Amir Liputo, Sabtu (06/05) Sore.

"Dorang so datang ba foto riki 2 kali, tapi dorang bilang basabar jo dulu. So riki bademo di DPRD Kota Manado, tapi sampe sekarang belum juga terealisasi. Empas bilang itu doi  masih ada atau so nda ada,  kalau so nda mo kase, lebe bae di alihkan ke perbaikan drainase, supaya so nda mo banjir,'" ujar Vonny.

menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut Amir Liputo megatakan masalah Bantuan dana Banjir  sudah disampaikan pada Gubernur untuk mengundang Walikota Manado untuk duduk bersama mencari solusi, mengingat masih ada warga yang belum mendapatkan bantuan dana tersebut. (Adv/Enda)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Minggu, 07 Mei 2017 ,

0 komentar for "Masa Reses I Tahun 2017, DPRD Sulut Turun Ke Dapil Serap Aspirasi Warga"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional