Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Inilah Komitmen dan Perhatian Para Penjaga NKRI Antar Pulau Terluar Sulut RI dan Philipina

Talaud, detiKawanua.com - Menjadi bentuk perhatian dan prioritas dalam menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai segala kemungkinan ancaman baik dalam maupun masuk dari luar Indonesia, maka pemerintah pusat melalui Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey pun turun langsung ke wilayah perbatasan antara Indonesia dan Philipina di Kepulauan Miangas Kabupaten Talaud pada Rabu (31/05) pagi tadi, dengan menggunakan pesawat jenis Wings Lion Air. Adapun Gubernur yang saat tiba di Bandara Miangas bersama rombongan para petinggi TNI/Polri, jajaran Forkopimda serta tokoh Agama Sulut itupun langsung disambut bahagia masyarakat Kepulauan Miangas dengan penyambutan secara adat sembari melepas kerinduan bersama sang Gubernur pilihan rakyat Sulut itu.

Di balik semua itu, kata Gubernur, bahwa kehadiran dirinya itu juga sekaligus merupakan bagian dari program kerja Pemprov Sulut bagi para rakyatnya di Kepulauan Miangas, khususnya itu tidak hanya datang berkunjung namun dirangkaikan dengan penyaluran bantuan yang juga menyerap langsung aspirasi masyarakat di wilayah tersebut.

Dengan mendengar berbagai laporan/aspirasi itupun langsung direspon Gubernur Olly dengan tanpa berpanjang lebar pun berjanji akan segera memenuhi kebutuhan kepentingan rakyat, seperti halnya penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM), dan pengadaan Tower Signal Handphone sebagai alat komunikasi cepat bagi masyarakat perbatasan itu.

"Akan kami penuhi dalam waktu dekat, makanya pemerintah disini juga harus rajin berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, jangan diam saja, apalagi kalau sampai Bupati/Wakil Bupati Talaud tidak hadir dalam pertemuan penting ini," jawab Gubernur.

"Kami akan mensuport apa yang dibutuhkan, akan disediakan drone dengan fungsi pengawasan. Kami juga akan membangun pertamina kompak, sementara untuk ijin pada bulan depan sudah terealisasi dan akan ada di 3 pulau disekitar sini, tapi tolong lahannya disiapkan. Sedangkan untuk signal/tower Telkomsel, akan segera direalisasikan untuk percepatan komunikasinya," tambah Olly.

Sebelumnya, dari laporan Sekertaris Kabupaten (Sekab) Talaud, Adolf Binilang bahwa keadaan Pulau Miangas sampai saat ini masih aman terkendali apalagi dengan adanya back up dari TNI/Polri yang memumpuni.

"Masih aman, bantuan personil dan alutsista baik TNI/Polri sudah sangat membantu kami, walaupun armada masih kurang untuk patroli laut," ungkap Sekab Talaud.

Lebih lanjut dirinya melaporkan, masalah lainnya dari warga Miangas itu meliputi lahan pertanian yang semakin kurang, kendaraan patroli laut, signal bahkan terutama warga Miangas yang didominasi oleh nelayan tersebut kekurangan bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi pendongkrak kebutuhan melaut warga.

"Paling utama pak Gubernur kendala kami disini terkait BBM, kalaupun ada harganya bisa mencapai Rp. 20.000/1 liter dan sudah jadi masalah dari tahun ke tahun, selama ini hanya dimuat lewat kapal penumpang padahal sebenarnya itu tidak dilarang," bebernya yang kembali mengeluhkan soal tidak adanya frekuensi komunikasi bagi telepin genggam.

Melalui pihak Angkatan Laut Danlantamal VIII Laksamana, Suselo mengatakan, bahwa pihaknya sedang mengakomodir tambahan kekuatan patroli laut untuk mengamankan batas perairan Indonesia dengan Phlipina.

"Kami sedang menambahkan armada laut untuk pengamanan laut, sejauh ini saya monitor masih aman. Namun yang jadi kendala juga sarana labuh, Siraider (Kapal,red) kami tidak bisa berlabuh di Miangas karena tidak adanya sarana labuh," ujar Suselo.

Senada dikatakan Pangdam XIII/Merdeka, Ganip Warsito. Dirinya memastikan kondisi perbatasana NKRI sampai saat ini masih aman meskipun harus terus meningkatkan kewaspadaan.

"Saya pastikan masih aman. Tapi harus terus waspada dan tingkatkan koordinasi, karena TNI tidak didesign untuk bekerja sendiri, tapi harus melibatkan masyarakat karena dengan masyarakat TNI bisa kuat," ungkapnya, sembari mengatakan, bahwa ketakutan masyarakat Indonesia terutama di Sulut atas imbas genjatan senjata di Marawi Philipina bisa teratasi dengan koordinasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat, TNI/Polri dan Pemerintah setempat hingga provinsi dan pusat.

"Mungkin masyarakat takut ada yang lari dan masuk ke wilayah kita (Indonesia-Sulut), tapi kita disini memastikan semua bisa aman, kami optimis ini bisa menjaga keutuhan NKRI dan sekali lagi, kami akan perkuat Alutsista, personil, amunisi, alat komunikasi militer, satelit telepon yang dari pak Gubernur seperti transportasi, logistik juga kami akan siapkan termasuk BBM," tambah Warsito.

Dikatakan Kapolda Sulut Irjen Pol. Bambang Waskito melalui Wakapolda Sulut Brigjen Pol. Refdi Andi, bahwa satu minggu terakhir tiga Polsek (gabungan di Kepulauan) sudah ditambah bantuan kekuatan.

"Iya, Polsek di pulau terluar ini sudah kami lapis dengan kekuatan tambahan, kekuatan itu sudah kami lengkapi dengan personil dan logistik yang memadahi seperti Brimob dan Pol air, sudah ada juga kekuatan intelegen terkait apa yg terjadi di negara tetangga dan apa yg terjadi didaerah sini. Kami mau masyarakat juga harus dilibatkan, dijadikan mata dan telinga pemerintah dan aparat, unsur pemerintah kecamatan harus bikin pertemuan evaluasi berkala, kita punya kekuatan cadangan yang cukup kuat dengan kekuatan dan pergerakan yang terkoordinasi dengan baik," terang Wakapolda, seraya menambahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan pasukan 'Operasi Aman Nusa' selama 90 hari kedepan, dan bisa bertambah kekuatan jika ada pergerakan lebih.

"Masyarakat jangan merasa terisolir dan jangan sampai ada tindakan yang mencoret-coret Bendera Merah Putih. Kemungkinan para radikal bergerak sangat ada, namun mereka sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) di Philipina juga, dan kami sudah punya data foto lengkap para DPO tersebut. Perangkat daerah jangan sungkan melapor dan menggeladah jika ada hal mencurigakan atau kedapatan masuk wilayah NKRI kita ini," imbuh Refdi.

Tidak hanya sampai di situ, Arifaini N.D selaku Danlanudsri pun mengatakan, bahwa pihaknya sudah merespon indikasi-indikasi tersebut. Bahkan dirinya mengatakan, bahwa pihaknya telah mengoperasikan satu unit pesawat pengawas untuk patroli rutin didaerah perbatasan RI (Kepulauan terluar di Sulut,red).

"Sejak pagi sudah operasi di batas Marore dan Miangas, data intelegen sudah berjalan, perkembangan hari ini akan kita pantau lingkungan strategis regional, kita hadir disini untuk masyarakat Indonesia, TNI tidak bisa operasi sendiri seperti kata pak Panglima tadi, harus ada dukungan dari semua unsur sampai masyarakat," jelas Arifaini, sembari menambahkan, bahwa potensi pelarian para radikal yang paling dekat di adalah pulau Marore dengan jarak tempuh melalui laut 78 Km atau 2 jam perjalanan laut.

Adapun dalam menutup rangkaian kegiatan rapat tersebut, Gubernur Olly kemabli menekankan, bahwa maksud dan tujuan kehadiran Pemprov Sulut beserta unsur Forkopimda di pulau Miangas ini untuk memberikan sisi keamanan bagi masyarakat perbatasan dan juga bentuk perhatian dari pemerintah pusat dan provinsi.

Diketahui pada sebelum-sebelumnya beredar informasi pemberitaan yang pada akhir-akhir ini tentang adanya kontak senjata yang terjadi di kota Marawi Negara Philipina yang dipimpin Presiden Duterte bersama pasukan radikal di wilayah tersebut. Di mana, pula untuk jarak Kepulauan Miangas dengan pulau terdekat Philipina hanya memakan waktu 5 jam perjalanan laut, sehingga pemerintah Indonesia pun 'wajib' turun tangan sebagaimana program Presiden RI Joko Widodo yang telah menetapkan wilayah Kepulauan terluar Indonesia termasuk Miangas, Marore, dan Maranpit, sebagai beranda terdepan NKRI. (tim)
(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 31 Mei 2017 , , , ,

0 komentar for "Inilah Komitmen dan Perhatian Para Penjaga NKRI Antar Pulau Terluar Sulut RI dan Philipina"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional