Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau

Dimata AGIS Soal Pemerataan Pendidikan di Sulut Seperti Ini

Manado, detiKawanua.com -  Pemerataan kualitas pendidikan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih perlu pembenahan terutama dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bagi tenaga pendidik. Melalui Dewan Penasehat Ketua Aliansi Guru Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (AGIS), Fery J Sangian pun sempat menyayangkan hal tersebut karena dari data yang ada tingkat IPM termasuk kualitas pendidikan di Indonesia sekarang Sulut urutan ke 7 dan pemerataan pendidikan di daerah pesisir kepulauan khususnya dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pun masih ada yang belum merasakannya.

"Hal ini juga sangat berpengaruh. Guru dan kualitas pendidikan, diiringan fasilitas dan tunjangan bagi guru itu terpenting terlebih di daerah pesisir, des dan kepulauan di Sulut itu harus mendapatkan perhatian khusus. Itu juga tergantung faktor pemimpinnya di daerah masing-masing," ungkap Sangian di ruang kerjanya, Kamis (04/05) siang tadi.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa adapun program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yakni 'Zero' tentang pengangkatan guru, yang sebenarnya bisa menjadi peluang.

"Makanya sekolah-sekolah pun mengangkat tenaga honor, namun itu juga belum tentu menjadi pengajar yang profesional masuk dalam data Dapodik," terangnya yang kini menjabat Kabag Kerjasama di Biro Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Setdaprov Sulut itu.

Oleh karena itu dirinya selaku penasehat AGIS Provinsi Sulut itu, meminta Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut untuk memfungsikan Tim Pendataan Pemetaan dan Pemerataan Pendidikan (TP4) dimana tim tersebut bertugas sebagai tim pengkajian data hingga Dapodik guru untuk memaksimalkan pengajar dan pemerataan kualitas pendidikan dan fasilitas.

"Ini (TP4) sudah pernah digagas, dimana tim ini terdiri dari gabungan beberapa elemen seperti, akademisi, praktisi, pengawas serta organisasi pendidikan ini memang berkosekwensi pada anggaran, karena tim ini akan turun kesemua sekolah yang ada di 15 Kabupaten Kota. Dimana juga pemerintah Kabupaten/Kota  haruss ada kiat-kiat untuk menaikan kembali IPM Sulut seperti dahulu yang bertengger pada rangking 2 IPM secara nasoinal," tandasnya.

(IsJo)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Kamis, 04 Mei 2017 ,

0 komentar for "Dimata AGIS Soal Pemerataan Pendidikan di Sulut Seperti Ini"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional