Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau Pratinjau
Pratinjau Pratinjau
Pratinjau Pratinjau Pratinjau

"Petugas" BRI Amurang Tidak Profesional

Situasi di mana petugas BRI Amurang hanya melayani orang yang tidak ikut antrian dan ini sudah orang ke-3 yang tidak ambil nomor antrian dan terus dilayani sampai Bank tutup pukul 15.00 WITA.

Minsel, detiKawanua.com - Ternyata menyandang predikat bank besar dan sebagai bank pemerintah tidaklah menjamin bank tersebut profesional.

Betapa tidak, berdasarkan laporan ke media ini dari seorang ibu warga Minahasa Selatan, tepatnya di kecamatan Amurang Barat, menceritakan kronologis kejadian pada kemarin hari  kurang lebih pukul 13.00 WITA, di mana Ibu Trifena S mendatangi Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Amurang untuk mengurus Kartu ATM miliknya. Dengan mengikuti prosedur antrian, ibu 2 anak ini langsung mengambil nomor antrian saat sampai di ruang tunggu bank tersebut.

Namun apa dikata nomor yang dimilikinya menunjuk angka 526, dan sampai pukul 15.00 WITA, saat Bank akan tutup, di sistem antrian hanya berhenti di nomor 525. Padahal sebelumnya, lancar saat dipanggil, tapi apa boleh dikata saat sebelum dan sesudah sampai di nomor antrian 525 dan akan masuk pada nomor ke 526, ada saja yang tidak ikut antrian masuk dengan seijin petugas dan pegawai Bank, padahal banyak yang masih mengantri.

Saat ditanya oleh Ibu Trifena ke petugas dan pegawai customer service kenapa banyak yang tidak ikut nomor antrian tapi dilayani juga, petugas menjawab "sedang gangguan kalau sore hari, harus datang pagi," dan petugas yang lain pun menjawab, "yang ibu dan bapak liat tadi itu yang sudah tunggu dari kemarin, karena akan pencairan," ucap para petugas kepada Ibu Trifena dan suaminya, yang saat itu ikut juga menemani.

Dengan wajah sedih ibu Trifena dan Suami pulang. Dirinya dan suami sangat kecewa, karena tidak berhasil menyelesaikan urusan yang dinanti berjam-jam. "Saya sangat kecewa perlakuan pihak Bank BRI Amurang seperti ini, sungguh tidak adil," ujar Ibu Trifena dengan kesal.

Saat wartawan media ini ingin konfirmasi perlakuan ini ke BRI Unit Amurang, petugas terkesan ingin menutupi fakta dan tidak ingin melayani lagi.

Praktisi Perbankan Minsel, Drs Franky Koluod menyangkan tindahkan seperti ini. Franky, yang juga seorang motivator ini, secara tegas menyatakan, kejadian ini tidak boleh dibiarkan. "Pihak BRI Amurang berlaku sebagai profesional, dan harusnya menggunakan budaya antri. Tidak boleh lebih mengutamakan yang lain dengan mengesampingkan prosedur," jelas Koluod.

Lanjut Angky, sapaannya, perlakuan staf tersebut harus dilaporkan ke atasannya. "Dan kalau tidak ditanggapi, ada Ombusman yang akan tindak tegas. Karena ini merugikan orang lain dengan cara yang tidak benar," terang Koluod. (Vandytrisno)

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Jumat, 14 April 2017 , ,

0 komentar for ""Petugas" BRI Amurang Tidak Profesional"

BERITA TERBARU

MITRA

TALAUD

KOTAMOBAGU

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional