Headlines
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
  • data:post.title
Pratinjau
Pratinjau
Pratinjau

Panitia Tetapkan 2 Dari 6 Balon Kumtua Desa Tonsealama, Kalalo : Kuat Dugaan Disengaja

Balon Kumtua desa tonsea lama,  Rudi Kalalo. 


Minahasa, detiKawanua.com - Panitia Pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (pilhut) Desa Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara Kabupaten Minahasa telah menatapkan 2 dari 6 bakal calon (balon) Kumtua untuk bertarung dalam Pilhut 2107 Desa Tonsealaama.


Penetapan tersebut dikarenakan dari 6 Balon hanya 2 yang dinyatakan lolos dari Panitia Pilhut desa tersebut. Lolosnya hanya 2 Balon dalam Pilhut tersebut menjadi tanda tanya 1 dari 4 Balon yang gugur, dan kuat dugaan disengaja.



Seperti yang diungkapkan Rudy Kalalo Balon yang dinyatakan gugur saat tahapan penyaringan yang dilaksanakan Panitia Pilhut 20-29 Maret lalu desa tersebut, menurutnya," panitia tidak adil dan terkesan sudah di rencanakan akan mengadakan pilhut hanya 2 Balon saja dan sengaja menjatuhkan dirinya dengan cara yang tidak fair agar dirinya tidak ikut dalam pilhut kali ini, bahkan panitia tidak menunjukan pelaksanaan penjaringan yang transparan atau terbuka seolah tertutup dan memihak," kata Kalalo kepada Manadoaktual,com Senin (3/4).



Dikatakan Rudy, "yang pertama dirinya merasa janggal saat panitia pilhut menyampaikan lewat surat bahwa silahkan memasukan daftar dukungan namun surat tersebut tidak disertai nomor surat, selanjutnya dikarenakan balon lebih dari 5 orang maka kami (para calon) harus memasukan daftar dukungan pemilih paling sedikit 10 persen atau kurang lebih 145 dukungan dari jumlah pemilih yakni 1.441 pemilih.



"Untuk daftar dukungan saya telah memenuhi syarat dengan mendapat 180 dukungan atau lebih dari 10 persen, berati saya sudah berhak atau lolos untuk mengikuti Pilhut itu," kata Kalalo



Setelah mendapat lebih dari 10 persen dukungan yang di ajukan panitia malah, setelah panitia mengadakan rapat pleno yang menentukan hasil verifikasi malahan dalam pleno tersebut dari daftar dukungan yang telah saya miliki yakni 180 berkurang drastis menjadi hanya 82 dukungan otomatis saya dinyatakan gugur oleh panitia.



Namun dalam rapat pleno tersebut dirasa janggal, pasalnya dari hari pemasukan berkas daftar dukungan hanya berselang satu hari panitia langsung mengadakan rapat pleno, yang semestinya menurut Kalalo tiga hari setelah balon memasukan berkas daftar pendukung Balon barulah panitia melaksanakan pleno untuk memverifikasi daftar dukungan yang dimasukan Balon, " kata Kalalo sembari menambahkan artinya dari awal memang panitia telah merencanakan dan kejadian tersebut telah terstruktur.



Kalalo pun menambahkan pelaksanaan pleno tersebut sebenarnya panitia harus menunjukan bukti hasil dari verifikasi yang dilakukan panitia kepada para balon, namun pada kesempatan tersebut panitia enggan memberitahukan atau menunjukan bukti bahwa para calon yang gugur tidak memenuhi syarat 10 persen dukungan yang di minta 



"yang saya minta hanya bukti bahwa saya hanya memiliki 82 suara, namun dari panitia tidak memberikannya serta tidak menjelaskannya, makanya dalam rapat pleno yang di adakan panitia, saya selaku balon yang dinyatakan gugur sangat bertanya-tanya dengan tidak adanya berita acara itu," kata Kalalo



Dijelaskannya lagi saat panitia mengadakan verifikasi daftar dukungan kepada pemili yang memberikan dukungan ganda, hanya di lakukan oleh kepala jaga tampa di dampingi panitia pemilihan, dan dilakuka pengambilan secara acak, tidak dilakukan kepada seluruh pemilih ganda.



" saat verifikasi petugas menghilangkan daftar dukungan yang diberikan oleh pemilih kepada saya dan hanya bakal calon yang lain yang di tawarkan, dengan alasan sudah tidak ada dalam daftar pilihan alias sudah gugur," ujarnya



Bukan saja hanya itu bahkan temuan di lapangan ada juga pemilih yang memberikan daftar dukungan kepada tiga balon tapi oleh petugas menyuruh kepada pemilih untuk memili kembali dari enam balon. Ada juga pemili yang memberikan dukungan hanya kepada satu calon namun petugas verifikasi mendatanginya dan menyuru memilih kembali satu dari beberapa balon yang di ajukan petugas, bahkan saat meminta tanda tangan dari pemilih petugas menutupi kertas dan hanya kelihatan 2 calon saja yang menjadi pilihan.



"kejadian tersebut seakan pemilih dipaksa untuk memilih yang bukan pilihannya, namun dikarenakan yang menemui mereka adalah kepala jaga mau buat apa lagi pemilih relah hanya memili satu dari dua calon yang di ajukan," ujar Kalalo



Sehubungan dengan itu saya melihat ada balon yang mengumpulkan daftar dukungan sebelum pendaftaran balon dibuka panitia, namun bagi panitia hingga sampai saat ini tidak menjadi masalah," katanya



Dengan kejadian ini Kalalo pun harus mengambil kesimpulan dengan merasa keberatan namun bukan berarti menang atau kala tapi jangan masyarakat di bodohi dengan cara-cara lama.



"Saya sudah mengajukan keberatan kepada Camat Tondano Utara yang dan Sekcam yang juga selaku plt Hukum Tua Tonsealama beberapa hari lalu untuk melakukan konsultasi terhadap masalah tersebut," kata Kalalo



Dalam pertemuan itu Camat pun langsung merespon dengan mengatakan pilhut di desa Tonsealama kemungkinan bisa di tunda namun yang terpenting harus memiliki bukti 

"buatlah surat secara resmi, karena bakal calon sudah di terima, beda lagi apabila baru memasukan berkas itu seperti rakyat biasa, jadi siapkan dari daftar masyarakat yang mengalami dan menyaksikan langsung hal-hal yang dianggap mereka salah, dari tandatangan hingga bukti pilihan yang di paksakan," kata Camat kepada Kalalo

Hingga saat ini untuk menyelesaikan masalah tersebut Kalalo sudah menyurat kepada Panitia Pemilihan Kabupaten, namun belum disertai bukti, tapi apabila di panggil untuk menyelesaikan masalah itu kami sepenuhnya siap dengan bukti

"Untuk buktinya sudah ada dan lengkap tapi masi disimpan untuk sewaktu waktu pasti akan di gunakan," ungkapnya.

Terkait dengan kejadian tersebut yang di alamatkan langsung kepada panitia Pilhut Desa Tonsealama saat di konfirmasi wartawan, Ketua Panitia pemilihan Hukum Tua Desa Tonsealama Berce mengatakan," hingga sampai saat ini sebagai ketua dirinya sudah melaksanakannya prosedur, untuk masalah yang mengatakan panitia telah merekayasa penjaringan Balon dengan melakukan kecurangan, keberpihakan serta tidak transparan itu semuanya tidak benar.

Kalau mau menuduh kami dan mau menempuh jalur hukum silahkan tapi haris disertai bukti yang pasti, kami sebagai panitia siap dengan bukti bahwa yang bersangkuta gugur dalam pilhut Desa Tonsealama," kata Berce. (*/Sandy) 

Di Postkan Oleh Info detiKawanua | Rabu, 05 April 2017 ,

0 komentar for "Panitia Tetapkan 2 Dari 6 Balon Kumtua Desa Tonsealama, Kalalo : Kuat Dugaan Disengaja"

BERITA TERBARU

KESEHATAN

SOSIALBUDAYA

Lingkungan

Internasional